Kompas.com - 04/03/2016, 12:19 WIB
EditorErvan Hardoko
TEL AVIV, KOMPAS.com — Panggung catwalk di sebuah klub di kota Tel Aviv, Israel, pada Kamis (3/3/2016), memberikan pemandangan berbeda.

Bukan para model ramping yang melenggak lenggok di atas catwalk itu, melainkan sekitar 30 orang perempuan transjender yang tampil di hadapan para penonton.

Mereka mengenakan celana jeans ketat, kaus tank top, dan sepatu hak tinggi, mencoba tampil sebaik mungkin agar memenuhi syarat untuk tampil di ajang Miss Trans Israel, sebuah lomba kecantikan untuk perempuan transjender Israel.

Tel Aviv kini menjelma menjadi salah satu tujuan wisata ramah gay di dunia. Situasi ini berbeda dengan berbagai daerah di Timur Tengah yang menolak keberadaan LGBT.

Panitia pelaksana ajang ini, Israel Stephanie Lev, mengatakan, pada masa lalu kehidupan kaum LGBT di Israel sangat merana.

Namun, lanjut dia, warga Israel sudah lebih menerima keberadaan kaum LGBT di sekitar mereka.

"Kami berhasil meraih sesuatu, memberi pencerahan kepada masyarakat agar menerima dan memberdayakan kaum transjender," kata Stephanie.

Di antara para kontestan terdapat Talleen Abu Hanna (21). Dia datang dari keluarga keturunan Arab yang beragama Katolik dari kota Nazareth.

Talleen mengatakan, dia mendaftarkan diri dalam audisi ini karena ingin melakukan sesuatu di dalam hidupnya.

"Saya punya sesuatu. Saya seorang penari dan penyanyi. Saya juga bisa memainkan trompet. Saya punya sesuatu untuk diberikan kepada masyarakat," ujar Talleen.

Meski secara umum warga keturunan Arab di Israel lebih konservatif dan sering kali menolak keberadaan gay, tetapi Talleen mengaku keluarganya menerima kondisi ini dan mendukung dia.

"Kami manusia normal. Kondisi ini normal," lanjut Talleen.

Peserta audisi lainnya adalah Elian Nesiel (20). Dia yakin keberadaan kaum transjender kian hari semakin diterima warga Israel.

Para finalis kontes Miss Trans Israel ini akan bersaing untuk menjadi pemenang pada Mei mendatang.

Pemenang ajang ini akan mewakili Israel dalan kontes kecantikan Miss Trans Star International yang akan dihelat di Spanyol pada Agustus mendatang.

Secara umum, warga Israel sangat toleran terhadap kelompok gay dan transjender. Bahkan, militer Israel mengizinkan gay menjadi tentara.

Pada 1998, Dana International, seorang penyanyi transjender, memenangi kontes menyanyi Eurovision.

Namun, kelompok Yahudi radikal masih mengharamkan homoseksualitas. Tahun lalu, seorang penganut Yahudi Ortodoks menikam seorang gadis remaja yang hadir dalam sebuah parade gay di Jerusalem.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.