Kompas.com - 26/02/2016, 15:04 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

Saat itu, juru bicara kelompok Kesetaraan, Suad Abu-Dayyeh, mengatakan putusan pengadilan merupakan kemenangan monumental bagi perempuan dan anak-anak perempuan d Mesir.

"Negara ini menunjukkan peraturan akan ditegakkan dan kami berharap bahwa ini menjadi langkah pertama, untuk mengakhiri praktik kekerasan ekstrem terhadap perempuan selamanya," kata dia.

Pencabutan izin praktik Fadl akan merupakan langkah kecil bagi para pegiat anti FGM.

Beberapa waktu sebelumnya, Kementerian Kesehatan Mesir meluncurkan prakarsa yang disebut "Dokter Melawan Sunat Perempuan," untuk mendorong para praktisi medis menghentikan praktik itu.

Jumlah anak perempuan yang meninggal karena FGM tidak diketahui secara pasti. Sebab, kematian setelah menjalani FGM biasanya dicatat sebagai kematian akibat alergi obat antibiotik atau pendarahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.