Ratusan Migran dan Pengungsi Nekat Jalan Kaki ke Perbatasan Macedonia

Kompas.com - 25/02/2016, 20:29 WIB
AFP PHOTO / ARIS MESSINIS Pengungsi Suriah dan migran berjalan usai melintasi perbatasan antara Macedonia dengan Serbia, 30 Agustus 2015.
ATHENA, KOMPAS.com - Ratusan orang migran dan pengungsi meninggalkan kamp penampungan di wilayah utara Yunani, Kamis (25/2/2016).

Mereka memilih berjalan kaki menuju perbatasan terdekat dengan Macedonia sebagai upaya untuk meneruskan perjalanan ke Eropa.

Sebanyak 400 migran dan pengungsi meninggalkan kamp penampungan di Diavata, dekat kota Thessaloniki, Yunani dan berjalan kaki sejauh 80 kilometer menuju perbatasan Macedonia.

"Mereka membawa tas ranselnya dan bergerak ke arah utara," kata wali kota Thessaloniki, Yiannis Boutaris kepada sebuah stasiun radio.

"Sebagian besar dari mereka berusia muda. Mereka tak mau menunggu bus yang menjemput. Tentara dan polisi tak mencegah karena khawatir pecah kerusuhan," tambah Yiannis.

Sebanyak 200 pengungsi lainnya juga menempuh perjalanan sejauh 300 kilometer menuju perbatasan Idomeni setelah mereka berangkat dari wilayah tengah Yunani.

Tayangan televisi memperlihatkan para migran dan pengungsi itu dikawal polisi anti-huruhara dan sebagian jalan bebas hambatan ditutup demi keselamatan mereka.

"Mereka bersama keluarganya saat ini, bagaimana mungkin kami menghentikan mereka? Mereka semua ingin pergi ke Idomeni," ujar seorang pejabat senior.

Seorang sumber di Kementerian Migrasi Yunani mengatakan pemerintah Macedonia hanya mengizinkan 400 orang pengungsi yang melintasi perbatasan sejak pekan lalu. Sementara 3.500 orang lainnya menunggu di Idomeni.

Di saat Eropa menghadapi migrasi manusia terbesar setelah Perang Dunia II, sejumlah negara dari Yunani ke Jerman malah menerapkan pengetatan di perbatasan.



EditorErvan Hardoko
Sumber
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X