Kompas.com - 23/02/2016, 19:12 WIB
Seorang ibu menggendong anaknya saat naik kereta yang menuju ke Serbia bersama para migran dan pencari suaka lainnya, setelah melintasi perbatasan Makedonia-Yunani dekat Gevgelija, 28 September 2015. AFP PHOTO / ARMEND NIMANISeorang ibu menggendong anaknya saat naik kereta yang menuju ke Serbia bersama para migran dan pencari suaka lainnya, setelah melintasi perbatasan Makedonia-Yunani dekat Gevgelija, 28 September 2015.
EditorErvan Hardoko
GENEVA, KOMPAS.com - Lebih dari 110.000 orang migran dan pengungsi menyeberangi Laut Tengah menuju Yunani atau Italia sepanjang tahun ini.

Sebanyak 413 orang tewas dalam perjalanan berbahaya itu. Demikian data terbaru dari Organisasi Migrasi Internasional (IOM), Selasa (23/2/2016).

Hingga Selasa pagi, sebanyak 102.547 orang mendarat di Yunani dan 7.507 orang tiba di Italia sejak awal tahun ini.

Juru bicara IOM Itayi Viriri mengatakan, tahun lalu angkat tertinggi yaitu 100.000 orang tercatat pada musim panas.

Itayi menambahkan, dari  413 orang yang tewas dalam perjalanan menuju Eropa itu, sebanyak 22 orang tewas dalam pelayaran menuju Yunani.

"Diperkirakan 35.000 migran dan pengungsi telah mencapai pulau-pulau Yunani hanya pada Februari. Sebagian besar berasal dari Suriah, sisanya dari Afganistan dan Irak," papar Itayi.

Setelah mencapai Yunani, lanjut Itayi, hampir semua pengungsi itu memutuskan untuk bergerak ke negara lain. Sepanjang Februari, 26.000 orang sudah melintasi perbatasan Yunani dengan Macedonia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, tak semua bisa berpindah. Ribuan orang telantar di Yunani setelah Macedonia menutup perbatasannya bagi warga Afganistan sehingga menciptakan permasalahan baru.

Sekitar 4.000 orang telantar di perbatasan Yunani-Macedonia pada Selasa dan bahkan aliran warga Suriah dan Irak yang diizinkan melintas juga semakin lambat.

Berdasarkan data IOM, sebanyak 20.000 warga Afganistan tiba di Yunani lewat laut tahun ini bersama dengan 31.000 warga Suriah dan 12.000 warga Irak.

Tahun lalu, lebih dari 1 juta pengungsi dan migran tiba di Eropa. Sebagian besar dari mereka lari dari perang, kemiskinan dan penyiksaan.

Kondisi ini mengakibatkan reaksi berantai berupa penutupan perbatasan yang merupakan pukulan berat untuk zona bebas perbatasan Schengen.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.