Lagi, Bom Bunuh Diri di Afghanistan, 13 Orang Tewas

Kompas.com - 23/02/2016, 09:00 WIB
Anggota kepolisian Afganistan berjaga di lokasi ledakan bom truk di Kabul, Jumat (7/8/2015) dini hari yang menewaskan sedikitnya 15 orang. SHAH MARAI / AFP Anggota kepolisian Afganistan berjaga di lokasi ledakan bom truk di Kabul, Jumat (7/8/2015) dini hari yang menewaskan sedikitnya 15 orang.
EditorCaroline Damanik
KABUL, KOMPAS.com - Sebanyak 13 orang, sembilan di antaranya adalah warga sipil, tewas akibat bom bunuh diri yang menarget kepolisian Afghanistan di kawasan barat laut Kabul, Senin (23/2/2016).

Kelompok gerilyawan Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Target utama pelaku bom bunuh diri adalah kepala kepolisian lokal yang hanya menderita luka-luka.

Insiden itu terjadi menjelang perundingan empat pihak di Kabul untuk menyelesaikan proses perdamaian antara pemerintah dan Taliban yang telah berperang selama 14 tahun.

"Sebanyak 13 orang tewas, sembilan warga sipil dan empat anggota polisi. Selain itu, 19 lainnya terluka dan 17 di antaranya adalah warga sipil," kata Kepala Kepolisian Provinsi Parwan, Mohammed Zaman Mamozai, kepada AFP.

Keterangan berbeda disampaikan oleh Juru Bicara Gubernur Provinsi, Wahid Seddiqi, yang menyatakan bahwa jumlah korban adalah 14 orang (enam polisi dan delapan warga sipil).

Serangan itu terjadi di Distrik Siagerd, sekitar 60 km di barat laut Kabul, sebuah wilayah pegunungan terpencil yang menjadi basis kuat Taliban.

Seddiqi mengatakan bahwa target serangan bom bunuh diri adalah Komandan Kepolisian Lokal Afghanistan (ALP), sebuah pasukan keamanan bentukan Amerika Serikat pada 2010 untuk membantu pemerintah memerangi gerilyawan.

ALP sering kali dituduh melanggar hak asasi manusia dan akibatnya menjadi target operasi Taliban.

Taliban sendiri telah mengintensifkan gerakan mereka sejak berakhirnya misi perang NATO pada akhir 2014 lalu dengan serangan-serangan bom di berbagai wilayah Afghanistan.

Namun, pemerintah Afghanistan bersama Tiongkok, Pakistan, dan Amerika Serikat juga meningkatkan upaya untuk memulai kembali perundingan damai dengan kelompok-kelompok gerilyawan setelah sempat dihentikan pada pertengahan tahun lalu.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X