Hakim Perintahkan Apple Bantu FBI "Bongkar" Ponsel Pelaku Penembakan California

Kompas.com - 17/02/2016, 12:37 WIB
Dalam foto arsip Imigrasi Amerika Serikat,  Tashfeen Malik dan Syed Farook terlihat berada di Bandara Internasional O'Hare Chicago, 27 Juli 2014 Reuters/US Customs and Border Protection/Handout via Reuters Dalam foto arsip Imigrasi Amerika Serikat, Tashfeen Malik dan Syed Farook terlihat berada di Bandara Internasional O'Hare Chicago, 27 Juli 2014
EditorErvan Hardoko
LOS ANGELES, KOMPAS.com - Seorang hakim dari pengadilan Los Angeles, AS, Selasa (16/2/2016), memerintahkan Apple membantu Biro Investigasi Federal (FBI) membongkar ponsel milik Syed Rizwan Farook.

Farook adalah salah seorang pelaku penembakan di San Bernardino, California pada Desember tahun lalu.

Bersama istrinya, Farook menewaskan 14 orang dan melukai 22 orang lainnya sebelum keduanya tewas ditembak polisi.

Shery Pym, hakim Pengadilan Distrik Los Angeles memutuskan Apple harus memberikan "bantuan teknis yang masuk akal" kepada penyidik FBI untuk membuka data yang tersimpan dalam iPhone 5C milik Farook.

Bantuan itu termasuk melakukan bypass fungsi menghapus otomatis dan kode proteksinya sehingga FBI bisa mencoba berbagai kemungkinan sandi untuk kepentingan penyidikan.

Apple sejauh ini belum berkomentar terkait perintah pengadilan itu. Perusahaan tersebut memiliki lima hari kerja untuk menentang perintah pengadilan itu jika Apple marasa "terbebani" untuk memenuhi perintah tersebut.

Sebelumnya, Kejaksaan AS di Los Angeles meminta pengadilan agar memerintahkan Apple membantu jalannya penyidikan kasus ini.

"Apple memiliki peralatan teknis ekslusif yang bisa membantu pemerintah menyelesaikan kasus ini. Namun, Apple tak bersedia secara sukarela memberikan bantuan," ujar Kejaksaan.

Kasus ini menjadi episode terbaru perselisihan antara perusahan teknologi dan penegak hukum terkait masalah enkripsi.

Pemerintah memperingatkan bahwa enkripsi data berlebihan bisa membahayakan keamanan nasional dan mengganggu investigasi kasus-kasus kriminal.

Sementara, para pakar teknologi dan pengacara masalah privasi mengatakan, memaksa perusahaan-perusahaan teknologi AS untuk "melemahkan" enkripsi mereka demi tujuan penegakan hukum akan membuat data pribadi akan mudah diserang para peretas, membahayakan keamanan internet dan memberi keuntungan kompetitif untuk perusahaan sejenis di negara lain.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X