Kompas.com - 15/02/2016, 14:45 WIB
Tentara Korea Selatan berjaga di area kantor bea cukai, imigrasi, dan karantina di dekat desa perbatasan Panmunjom, Paju, Korea Selatan, Kamis (11/2/2016). Korea Selatan membekukan Kawasan Industri Kaesong mengecam peluncuran roket yang dilakukan Korea Utara. AP PHOTO / AHN YOUNG-JOONTentara Korea Selatan berjaga di area kantor bea cukai, imigrasi, dan karantina di dekat desa perbatasan Panmunjom, Paju, Korea Selatan, Kamis (11/2/2016). Korea Selatan membekukan Kawasan Industri Kaesong mengecam peluncuran roket yang dilakukan Korea Utara.
EditorErvan Hardoko

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan menuding Korea Utara menggunakan gaji pekerja di kawasan industri gabungan Kaesong untuk mendanai program senjata dan barang-barang mewah para pejabat.

Tudingan itu dikemukakan Hong Yong-pyo, menteri unifikasi Korsel, dalam wawancara yang disiarkan stasiun televisi nasional.

“Setiap mata uang asing yang didapatkan di Korea Utara ditransfer ke Partai Pekerja, yang kemudian mereka pakai untuk mengembangkan senjata nuklir atau rudal atau membeli barang-barang mewah,” kata Hong, merujuk partai berkuasa di Korut.

Selama ini, gaji para karyawan asal Korut di kawasan industri Kaesong dibayarkan ke pemerintah Korut, bukan langsung kepada para karyawan.

Uang yang ditransfer menggunakan dollar Amerika Serikat. Jumlahnya diperkirakan mencapai 508 juta dolar AS atau sekitar Rp 6,8 triliun.

Hong menuduh 70 persen gaji yang ditransfer itu disimpan pemerintah Korut, sedangkan para karyawan diberi kupon makanan, bahan-bahan pokok kebutuhan hidup dan mata uang lokal.

Korsel mengaku tudingan itu dilandasi laporan dari “berbagai sumber”. Adapun soal dari mana angka 70 persen itu didapat, pemerintah Korsel tidak memberi rincian.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pekan lalu, Seoul memutuskan menutup kawasan industri Kaesong setelah Pyongyang menggelar peluncuran satelit.

Hong mengatakan penutupan itu disebabkan Korea Utara hanya akan mengintensifkan pengembangan senjata dan kami perlu menempuh langkah menentukan guna mengatasi kekhawatiran rakyat kami mengenai masalah keamanan.

Sementara itu, Korut menanggapi keputusan Korsel dengan menyebutnya sebagai sebuah “deklarasi perang”.

Semua warga Korsel di Kaesong diusir dan aset-aset perusahaan Korsel dibekukan. Korut juga berjanji memotong sambungan komunikasi dengan pemerintah Korsel.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X