Kompas.com - 14/02/2016, 08:11 WIB
EditorFarid Assifa
KOMPAS.com — Perdana Menteri Rusia Dmitri Medvedev mengatakan, ketegangan antara Rusia dan Barat telah mendorong dunia memasuki perang dingin baru.

Dia mengatakan, pada pertemuan pemimpin dunia di Muenchen, Jerman, hampir setiap hari Rusia dituduh melancarkan ancaman baru terhadap NATO, Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara lain.

Dia mengatakan, hanya kerja sama teratur antara Rusia dan Amerika Serikat yang dapat mengembalikan keadaan di Suriah.

Sebelumnya, pada acara yang sama, Perdana Menteri Perancis Manuel Valls mengatakan, Rusia harus menghentikan pengeboman warga sipil di Suriah jika perdamaian ingin tercipta.

Valls berbicara satu hari setelah dicapainya kesepakatan sebagai usaha untuk mengakhiri perang di Suriah.

Rusia mengatakan, tidak terdapat bukti bahwa serangan udara mengenai warga sipil.

Sebelumnya, Amerika Serikat mengatakan, Presiden Suriah Bashar Al-Assad berbohong jika dia berpikir terdapat jalan keluar militer bagi konflik di negaranya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Mark Toner mengatakan, rencana Presiden Assad hanya akan meningkatkan jumlah korban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.