Kompas.com - 11/02/2016, 14:21 WIB
Waktu semakin mendesak untuk mengadili sejumlah mantan penjaga kamp Auschwitz yang masih hidup. BBCWaktu semakin mendesak untuk mengadili sejumlah mantan penjaga kamp Auschwitz yang masih hidup.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Mantan anggota SS Nazi penjaga di kamp kematian di Auschwitz akan diadili di Jerman atas pembunuhan sedikitnya 170.000 jiwa.

Jaksa penuntut menyatakan Reinhold Hanning, 94 tahun, menemui tahanan Yahudi ketika mereka tiba ke kamp di Polandia dan mungkin telah mengantarkan beberapa tahanan ke kamar gas.

Hanning telah mengaku bahwa ia menjadi penjaga namun membantah keterlibatannya dalam pembunuhan massal.

Ia akan dibawa ke pengadilan di kota Detmold, yang mungkin merupakan pengadilan terakhir untuk kasus semacam ini.

Hanning ialah satu dari empat mantan penjaga Nazi, tiga lelaki dan satu perempuan, yang akan diadili dalam beberapa bulan ke depan.

Nazi membunuh 1,1 juta orang di Auschwitz, kebanyakan dari mereka adalah bangsa Yahudi.

Memuntahkan api

Sejumlah penyintas kamp kematian Perang Dunia II itu akan bersaksi dalam pengadilan Hanning.

“Cerobong memuntahkan api… bau jasad manusia yang terbakar sangat kuat sampai saya hampir tidak tahan,” kata Leon Schwarzbaum, 94 tahun, kepada kantor berita Associated Press.

Sebelumnya, jaksa penuntut diharuskan menyediakan bukti bahwa terdakwa terlibat langsung dalam pembunuhan-pembunuhan itu.

Akan tetapi hal itu berubah dengan hukuman yang dijatuhkan kepada John Demjanjuk, tahun 2011, ketika hakim menyimpulkan bahwa aktivitasnya sebagai pekerja di kamp bisa digolongkan sebagai keterlibatan dalam pembunuhan massal.

Tahun lalu, pengadilan Jerman menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada Oscar Groening, 94 tahun, atas dakwaan membantu pembunuhan sedikitnya 300.000 jiwa di Auschwitz.

Dikenal sebagai “akuntan Auschwitz” dari SS, ia dituduh sebagai orang yang bertugas menghitung uang yang dirampas dari para tahanan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X