Kompas.com - 09/02/2016, 15:34 WIB
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Amerika Serikat akan membantu Korea Selatan membangun sistem pertahanan misil tingkat tinggi sesegera mungkin, demikian dikatakan juru bicara Pentagon atau Departemen Pertahanan AS.

Menurut mereka, sistem tersebut akan membantu Korsel mengimbangi ancaman yang semakin kuat dari Korea Utara, menyusul peluncuran roket jarak jauh pada Minggu (7/2/2016).

AS mengklaim bahwa Korut menggunakan peluncuran itu sebagai kedok untuk uji coba misil jarak jauh.

Di sisi lain, pemerintah Korut berkeras bahwa uji coba itu merupakan bagian dari program antariksa yang damai.

Sesegera mungkin

Pejabat Amerika dan Korea Selatan mengatakan, mereka akan segera memulai perundingan formal tentang pemasangan sistem pertahanan yang disebut Terminal High Altitude Area Defence System (Thaad) di dekat perbatasan Korea Utara.

"Tanpa menyebut batas waktunya, kami ingin langkah ini dilakukan sesegera mungkin," kata juru bicara Pentagon, Peter Cook, seperti dikutip kantor berita AFP.

Seorang pejabat Departemen Pertahanan juga memberi tahu AFP bahwa sistem tersebut dapat terpasang dalam dua pekan setelah turun perintah pemasangan.

"Kami memulai konsultasi sekarang dan dalam beberapa hari ini dengan Korea Selatan, dan kami perkirakan pembicaraan ini akan berjalan dengan cepat."

Peluncuran roket Korea Utara telah dituding AS dan sekutunya sebagai satu langkah dalam upaya mengembangkan misil balistik antar benua yang mampu menghantam daratan Amerika.

Misil Thaad dilaporkan sangat mudah diluncurkan dan berfungsi menangkal misil musuh, baik di dalam maupun di luar atmosfer bumi.

Ada kemungkinan pemasangan sistem pertahanan ini akan ditentang kuat China, yang dibuat gelisah akan perangkat anti-misil yang sangat dekat dengan perbatasannya.

Cook berseras bahwa sistem ini sama sekali tidak bermaksud mengancam China dan berfokus sepenuhnya kepada Korea Utara.

Dalam wawancara dengan CBS yang disiarkan pada Senin, Presiden Barack Obama mengaku tidak kaget oleh peluncuran roket Korut, dan AS telah lama risau akan perilaku negara itu.

"Ini rezim otoriter. Ini provokatif. Mereka telah berkali-kali melanggar resolusi PBB, melakukan uji coba dan membangun senjata nuklir dan sekarang mereka berusaha menyempurnakan sistem peluncuran misil mereka," kata Obama.

Peluncuran dilakukan beberapa pekan setelah Korea Utara melancarkan uji coba nuklir keempat. Kedua langkah tersebut melanggar resolusi dewan keamanan PBB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.