Bentrokan Pecah di Hongkong Saat Polisi Tertibkan PKL

Kompas.com - 09/02/2016, 12:18 WIB
Demonstran melempar batu-bata dalam bentrokan dengan polisi di Hongkong, Selasa (9/2/2016) pagi. APDemonstran melempar batu-bata dalam bentrokan dengan polisi di Hongkong, Selasa (9/2/2016) pagi.
EditorEgidius Patnistik
HONGKONG, KOMPAS.com — Bentrokan pecah di distrik Mong Kok, Hongkong, Selasa (9/2/2016) pagi, dalam sebuah operasi polisi untuk membersihkan warung-warung milik pedagang kaki lima (PKL) ilegal.

Bentrokan meletus ketika para inspektur makanan dan kebersihan berusaha untuk memindahkan para pedagang agar menjauh dari persimpangan jalan utama pada Selasa dini hari.

Para pedagang yang marah kemudian melemparkan batu bata dan benda-benda keras lainnya ke arah polisi, yang menanggapi lemparan itu dengan tongkat dan semprotan merica.

Salah seorang pejabat senior Hongkong mengatakan, polisi telah melepaskan dua tembakan peringatan, dan bahwa 44 orang, termasuk polisi, terluka dalam peristiwa itu.

Pemerintah Hongkong mengecam kekerasan tersebut. Otoritas setempat mengatakan, "massa" terdiri atas ratusan orang.

"Massa merusak mobil polisi dan properti publik, melakukan pembakaran, melemparkan batu bata dan benda-benda lain kepada polisi yang terluka, yang berada di lapangan, sehingga sangat membahayakan keselamatan petugas polisi dan orang-orang lain di lokasi," kata pihak berwenang.

Pihak berwenang menjanjikan, mereka yang terlibat akan "ditangkap dan diseret ke pengadilan".

Yau Siu-kei, yang menjabat sebagai komandan distrik Mong Kok, menyalahkan "unsur-unsur radikal" atas apa yang dia katakan sebagai kerusuhan itu.

"Karena banyak perusuh yang menyerang polisi dengan benda keras dan secara serius mengancam kehidupan mereka, tidak ada pilihan selain melindungi rekan-rekan," katanya seperti dikutip South China Morning Post.

Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan, para pedagang mengabaikan peringatan untuk meninggalkan daerah itu. Tiga orang, berusia antara 27 dan 35 tahun, telah ditangkap karena menyerang dan menghalangi petugas.

Bentrokan itu berlangsung hingga pagi hari. Itu merupakan kerusuhan terbesar di Hongkong sejak protes jalanan secara besar-besaran kaum pro-demokrasi tahun 2014.

Hongkong sedang merayakan Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada hari Senin. Libur umum terkait perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama tiga hari.

Para pedagang kaki lima menjual suvenir, makanan, dan minuman di daerah itu sepanjang tahun, terutama selama Tahun Baru Imlek.



Sumber bbc.co.uk
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X