Mengenal Sosok Bakal Calon Presiden AS dari Partai Republik

Kompas.com - 02/02/2016, 09:15 WIB
Donald Trump dan Ted Cruz berdebat di Debat Capres Republik di Charleston, South Carolina, Jumat pagi (18/01) waktu Indonesia Randall Hill/ReutersDonald Trump dan Ted Cruz berdebat di Debat Capres Republik di Charleston, South Carolina, Jumat pagi (18/01) waktu Indonesia
|
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Jumlah bakal calon presiden (capres) AS dari Partai Republik dalam pemilihan umum tahun ini memecahkan rekor sejarah, yaitu 17 orang. Sejauh ini, yang tersisa tinggal 12 orang. Lima orang lainnya memilih mengakhiri kampanye mereka.

Tulisan ini hanya akan membahas enam bakal calon yang, berdasarkan hasil survei, dinilai berpeluang memenangi nominasi Partai Republik.

Donald Trump

Konglomerat realestat ini telah mematahkan prediksi pengamat politik bahwa kampanyenya hanya akan bertahan seumur jagung. Trump bisa dikatakan telah menjalankan kampanye anti-konvensional tersukses dalam sejarah Amerika.

Walau nihil pengalaman politik, terus melontarkan ucapan kontroversial, dipadu rasisme dan xenophobia yang tinggi, pesona pengusaha berumur 68 ini belum pudar sama sekali. Dia kokoh memimpin survei nasional capres Republik.

Trump juga diunggulkan dalam survei di Iowa, New Hampshire, dan South Carolina yang akan memainkan peranan penting pada awal musim pemilu ini.

Pertanyaan terbesar adalah apakah dukungan dalam survei itu dapat diwujudkan menjadi dukungan nyata pada hari pemilihan.

Politik sebenarnya bukan barang baru bagi Trump. Dia pernah mencalonkan diri tahun 2000 melalui Partai Reformasi, tetapi kemudian mengundurkan diri. Dia juga pernah melontarkan ide untuk maju sebagai Gubernur New York tahun 2006 dan 2014. Trump juga hampir mencalonkan diri tahun 2012, tetapi akhirnya menarik diri.

Ideologi politiknya sendiri tidak pernah jelas. Trump tercatat telah berkali-kali gonta-ganti partai, mulai dari Demokrat (1987, 2001-2009), Republiken (1987-1999, 2009-2011, 2012 - sekarang), Reformasi (1999-2001), dan pernah menjadi independen (2011-2012).

Layaknya pebisnis, ideologi partai tidaklah penting baginya. Yang penting adalah pragmatisme, yang terlihat dari caranya menjalankan kampanye presiden.

Ted Cruz

Cruz (45 tahun) baru tiga tahun menjabat sebagai senator mewakili Texas. Namun, minimnya pengalaman politik tidak menghalanginya untuk maju meramaikan bursa capres.

Lulusan Hukum Universitas Harvard ini dikenal sebagai orator ulung yang mampu meluluhkan hati pendengarnya. Latar belakangnya sebagai jaksa di Texas menempanya menjadi sosok yang memegang teguh nilai-nilai konservatif Republiken.

Salah satu agenda utama Cruz jika terpilih adalah membatalkan Undang-Undang Jaminan Kesehatan (Obamacare) yang menurut dia telah melanggar hak-hak konstitusional negara bagian.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X