Kompas.com - 27/01/2016, 02:50 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara di sesi konferensi pers akhir tahunnya di Moskwa, Kamis (17/12). APPresiden Rusia Vladimir Putin berbicara di sesi konferensi pers akhir tahunnya di Moskwa, Kamis (17/12).
EditorSandro Gatra

KOMPAS.com - Pemerintah Rusia menyerukan kepada Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk membeberkan bukti bahwa Presiden Vladimir Putin korup.

Tudingan tersebut disampaikan oleh seorang pejabat Departemen Keuangan, Adam Szubin, dalam acara investigasi BBC, Panorama.

Szubin, yang membawahi sanksi luar negeri Departemen Keuangan, mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah Amerika Serikat sudah tahu Putin korup selama "bertahun-tahun".

Namun, juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov mengatakan pernyataan pejabat Departemen Keuangan itu sama dengan tudingan resmi.

"Ini adalah tuduhan resmi, yang pertama-tama dengan jelas menunjukkan siapa yang berada di balik ini dan kedua tuduhan ini memerlukan bukti, sebab melontarkan tudingan seperti ini oleh lembaga seperti Departemen Keuangan tanpa didukung bukti tepat menimbulkan pertanyaan tentang lembaga tersebut," kata Peskov pada Selasa (26/1/2016).

Para pejabat Amerika Serikat enggan memberikan wawancara tentang jumlah kekayaan Putin, dan Szubin tidak bersedia berkomentar mengenai laporan rahasia CIA tahun 2007 yang memperkirakan kekayaan Putin mencapai sekitar US$ 40 miliar.

Presiden Putin juga tak bersedia diwawancara untuk program Panorama tetapi Kremlin membantah tuduhan seperti itu.

Adam Szubin, yang mengepalai bagian sanksi Kementerian Keuangan AS, sebelumnya mengatakan kepada program Panorama BBC bahwa presiden Rusia tersebut korup dan pemerintah AS telah mengetahui hal ini "selama bertahun-tahun".

Dia mengatakan," Kami menyaksikan dia memperkaya teman, sekutu dekat dan mempersulit pihak-pihak yang tidak dipandangnya sebagai teman dalam menggunakan aset negara. Apakah itu kekayaan energi Rusia, apakah itu kontrak pemerintah, dia mengarahkannya kepada orang-orang yang diyakininya akan mendukungnya dan tidak melibatkan pihak-pihak yang berseberangan. Bagi saya, ini adalah sebuah wajah korupsi."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.