Jerman Perketat UU Suaka, Migran Khawatir Dideportasi

Kompas.com - 26/01/2016, 11:25 WIB
Sebuah komplek di luar kota Schwabisch Gmuend dekat Stuttgart dihuni 200 pencari suaka dari 25 negara. VOASebuah komplek di luar kota Schwabisch Gmuend dekat Stuttgart dihuni 200 pencari suaka dari 25 negara.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Jerman memperketat UU migrasinya karena banyaknya jumlah pengungsi yang tiba di perbatasannya, dengan menetapkan beberapa negara Balkan sebagai negara aman untuk mendeportasi para pencari suaka yang gagal.

Di seluruh Jerman, bekas barak-barak militer peninggalan perang dunia kedua diubah menjadi tempat penampungan pengungsi abad ke-21.

Sebuah komplek di luar kota Schwabisch Gmuend dekat Stuttgart dihuni 200 pencari suaka dari 25 negara.

Di dalam dapur umum, Gambor dan teman-temannya memasak sosis dan kol untuk makan siang. Gambor berasal dari Bosnia, yang baru-baru ini ditetapkan sebagai negara aman oleh pemerintah Jerman, yang berarti kecil kemungkinan baginya untuk memperoleh suaka.

Gambor mengatakan dia tidak akan aman di Bosnia. Negara itu tidak aman bagi keluarga dan anak-anaknya.

Temannya Ermir berasal dari Kosovo, sebuah negara lain yang baru-baru ini ditetapkan sebagai negara yang aman.

“Saudara laki-laki saya tewas, ayah saya tewas, keduanya dibunuh,” katanya. “Saya lari dari Kosovo dengan anak-anak dan isteri saya. Apabila masih berada di Kosovo, kami mungkin sudah dibunuh.”

Pihak berwenang setempat tidak membedakan kewarganegaraan manapun; nasib para pengungsi diputuskan lewat pengadilan suaka.

Kini perumahan pengungsi sedang dibangun di dekatnya, untuk dihuni 160 pengungsi. Tetapi lokasi itu dibakar orang tak dikenal bulan Desember, sehingga proyek itu tertunda beberapa bulan.

Walikota setempat Richard Arnold mengatakan Jerman menghadapi krisis migran dengan caranya sendiri, dan negara-negara Eropa lain harus menanggung beban yang sama.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X