PM Inggris: Wanita Muslim Harus Bisa Bahasa Inggris atau Dideportasi

Kompas.com - 18/01/2016, 20:36 WIB
Perdana Menteri Inggris David Cameron saat berpidato menyambut PM India Narendra Modi di Stadion Wembley, London, Jumat (13/11/2015). AFP PHOTO / JUSTIN TALLISPerdana Menteri Inggris David Cameron saat berpidato menyambut PM India Narendra Modi di Stadion Wembley, London, Jumat (13/11/2015).
EditorFarid Assifa
LONDON, KOMPAS.com — Perempuan Muslim di Inggris yang tidak bisa berbahasa Inggris dengan standar cukup tinggi akan menghadapi deportasi. Demikian diumumkan Perdana Menteri David Cameron, Senin (18/1/2016).

Menurut Cameron, miskinnya kemampuan berbahasa Inggris rentan terpengaruhi oleh pesan-pesan yang disampaikan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Komentar Cameron itu muncul setelah pemerintah meluncurkan dana 20 juta pound atau setara Rp 397,4 miliar untuk membiayai pelatihan bahasa Inggris bagi perempuan di komunitas terkucil. Program itu sebagai bagian dari dorongan untuk membangun penyatuan komunitas.

Aturan kantor Imigrasi Inggris memaksa pendatang untuk bisa berbicara bahasa Inggris sebelum mereka tiba dan tinggal dengan pasangan mereka di negara tersebut.

Menurut Cameron, mereka yang belajar bahasa Inggris akan diuji kembali setelah tinggal selama 2,5 tahun. Hal itu untuk memastikan apakah bahasa Inggris mereka mengalami kemajuan atau tidak.

"Kamu tidak bisa menjamin kamu akan tinggal (di Inggris) jika bahasa Inggrismu tidak jelek," kata Cameron kepada radio BBC.

"Orang-orang datang ke negeri kami, mereka memiliki tanggung jawab juga."

Pemerintah Cameron memperkirakan bahwa sekitar 190.000 perempuan Muslim di Inggris tidak bisa berbahasa Inggris atau kemampuan bahasa Inggris mereka jelek.

Di Inggris sendiri terdapat sekitar 2,7 juta Muslim dari total penduduk 53 juta.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X