Pencabutan Sanksi bagi Iran Dicemari Krisis dengan Arab Saudi

Kompas.com - 13/01/2016, 12:16 WIB
Liga Arab APLiga Arab
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Pejabat-pejabat mengatakan, sanksi ekonomi terhadap Iran diperkirakan akan dicabut segera sesuai dengan kesepakatan nuklir yang dicapai tahun lalu di Vienna. Iran setuju untuk menghentikan program nuklirnya dengan imbalan pelonggaran sanksi-sanksi.

"Saya memperkirakan pencabutan akan lebih cepat dilakukan dan pelaksanaan kesepakatan itu berjalan baik. Ini menggembirakan," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini. 

Media berita di Iran melaporkan, pejabat-pejabat berharap menon-aktifkan reaktor air berat Iran, Arak, dalam beberapa hari setelah laporan sebelumnya menyebutkan inti reaktor itu sudah diisi semen.

Namun, menurut sebagian analis, janji dalam kesepakatan nuklir dan upaya reformasi lain yang dipimpin Presiden Iran Hassan Rouhani dicemari krisis diplomatik antara Arab Saudi dan Iran.

Ali Vaez, analis senior International Crisis Group untuk Iran, mengatakan, "Menurut saya, Iran kini menyadari bahwa mereka masuk perangkap. Mereka menantikan saat dicabutnya sanksi-sanksi dan dilaksanakannya kesepakatan nuklir supaya Iran bisa keluar dari masalah dan menormalisasi hubungannya dengan dunia luar."

Arab Saudi dan sebagian sekutunya di Teluk memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pekan lalu setelah Kedutaan Besar Arab Saudi di Iran diserang sebagai reaksi atas pelaksanaan eksekusi terhadap ulama Syiah terkemuka di Arab Saudi.

Arab Saudi, yang mayoritas penduduknya Sunni, dan Iran yang mayoritas penduduknya Syiah, adalah saingan lama. Keduanya diyakini mendalangi perang di beberapa negara. Menurut analis, pejabat-pejabat Arab Saudi keberatan dengan kesepakatan nuklir Iran karena semakin mendekatkan saingannya itu ke sekutu-sekutunya di Barat.

Serangan terhadap kedutaan dan keretakan diplomatik yang berkelanjutan memunculkan lagi bayangan dari tahun-tahun sebelumnya ketika kedutaan-kedutaan lain, termasuk Amerika dan Arab Saudi, diserang di Iran. Demikian ujar Vaez.

Vaez menambahkan, "Kini tiba-tiba, Iran kembali dilihat sebagai negara yang menyerang kedutaan asing dan massa turun ke jalan-jalan Teheran, menyerukan 'kematian' bagi negara tertentu."

Namun, tidak seperti serangan kedutaan di Iran pada masa lalu, Vaez mengatakan, Pemerintah Iran mengutuk penyerang dan kepala keamanan regional dipecat setelah insiden tersebut.

Iran juga telah mengambil langkah diplomatik guna memperbaiki hubungan itu, mengirim surat kepada Dewan Keamanan PBB tidak lama setelah serangan, mengungkapkan "penyesalan" dan bertekad akan mengadili pelaku.

Namun, permintaan maaf itu tidak ada artinya, menurut Vaez, karena Iran meminta maaf kepada masyarakat internasional secara umum, tidak secara khusus ke Arab Saudi.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X