Kompas.com - 12/01/2016, 16:45 WIB
EditorFarid Assifa
TEHERAN, KOMPAS.com - Iran mengosongkan inti reaktor air berat di Arak dan mengisinya dengan semen, menurut kantor berita resmi negara itu, Fars.

Nasib reaktor ini adalah salah satu titik utama yang mencuat dalam proses panjang negosiasi nuklir Iran, tahun lalu.

Melalui kesepakatan bersama, Iran setuju reaktor air berat akan dikonfigurasi sehingga tidak mampu menghasilkan bahan untuk senjata nuklir.

Langkah itu adalah salah satu upaya akhir yang diperlukan dalam mencapai kesepakatan.

Hal ini akan membawa Iran lebih dekat dengan bantuan dari sanksi ekonomi yang dinegosiasikan dalam pertukaran untuk perubahan industri nuklirnya.

Negosiasi dilakukan antara pemerintah Iran dengan P5 + 1 yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, China, Perancis, Rusia, dan Jerman.

Dari perundingan itu, mereka sepakat membentuk komite Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Keenam negara yang terlibat dalam negosiasi ini juga sepakat untuk turut serta dalam desain dan konstruksi reaktor yang dimodernisasi di Arak.

Iran membantah bahwa setiap aktivitas nuklirnya ditujukan untuk mengembangkan senjata, dan mengatakan bahwa reaktor air berat berkapasitas 40-megawatt di Arak ini digunakan untuk memproduksi isotop untuk pengobatan kanker dan perawatan medis lainnya.

Behrouz Kamalvandi, juru bicara badan energi atom Iran, mengatakan kepada surat kabar Etemad bahwa Iran "telah memenuhi komitmennya berdasarkan perjanjian nuklir pada bulan Juli lebih cepat dari yang diharapkan."

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.