Dua Mantan Menhub Argentina Dipenjara gara-gara Kecelakaan Kereta Api

Kompas.com - 30/12/2015, 18:05 WIB
Ricardo Jaime dan Pablo Schiavi dihukum enam dan delapan tahun karena terbukti melakukan kelalaian. ReutersRicardo Jaime dan Pablo Schiavi dihukum enam dan delapan tahun karena terbukti melakukan kelalaian.
EditorTri Wahono

Pengadilan di Buenos Aires, Argentina menjatuhkan hukuman penjara kepada dua mantan Menteri Perhubungan Argentina terkait kasus kecelakaan kereta api yang menewaskan 51 orang pada tahun 2012.

Ricardo Jaime dan Pablo Schiavi masing-masing diganjar hukuman penjara selama enam dan delapan tahun karena terbukti melakukan kelalaian.

Kecelakaan tersebut melukai 789 orang pada saat jam sibuk di Stasiun Kereta Api Buenos Aires.

Saat itu, kereta tersebut melaju dengan kecepatan 20 km/jam, menghantam penghalang sehingga bagian depan mesin rusak serta menghancurkan sebagian gerbong di belakangnya.

Ini merupakan salah satu kecelakaan kereta api terburuk di Argentina dalam beberapa dekade.

Adapun masinis kereta api naas itu telah dijatuhi hukuman penjara tiga tahun.

Sementara, dua orang pimpinan perusahaan kereta api Buenos Aires (TBA), yang bertugas pada hari itu, dihukum antara lima dan sembilan tahun penjara.

Setelah kecelakaan itu, pemerintah menasionalisasi sistem perkeretaapian Argentina dan menerapkan pembaharuan besar-besaran.

Saat vonis dibacakan, sebagian keluarga korban berkumpul di luar pengadilan untuk mendengarkan amar putusan.

Sebagian besar mereka kemudian bertepuk tangan saat majelis hakim menjatuhkan vonisnya walaupun ada beberapa orang kecewa dan menganggap hukuman itu terlalu ringan.

"Ini adalah keputusan bersejarah," kata Maria Lujan Rey, ibu dari Lucas Menghini Rey, yang mayatnya ditemukan tiga hari setelah kecelakaan.

Sistem perkeretaapian di Buenos Aires mengangkut sekitar empat miliar penumpang per tahun, yang menjadikannya sebagai moda transportasi terbesar di Amerika Selatan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X