DK PBB Rilis Resolusi Tentang Transisi Politik di Suriah

Kompas.com - 19/12/2015, 18:25 WIB
Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi di New York, Jumat (18/12). APDewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi di New York, Jumat (18/12).
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) secara bulat menyetujui sebuah resolusi mengenai kerangka proses perdamaian di Suriah.

Dalam resolusi yang disepakati di New York, pada Jumat (18/12) waktu setempat, pemerintah Suriah dan oposisi didorong untuk menggelar perundingan yang dibarengi gencatan senjata pada awal Januari.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, yang mengepalai sidang resolusi itu, mengatakan kesepakatan antara lima anggota permanen dan 10 anggota tidak tetap DK PBB menyampaikan "pesan yang jelas kepada semua pihak terkait bahwa kini saatnya menghentikan pembunuhan di Suriah".

“Resolusi yang kami sepakati ialah tonggak sejarah karena menetapkan tujuan-tujuan secara spesifik serta periode yang spesifik,” ujar Kerry.

Meski demikian, resolusi itu tidak menyebut aksi serangan terhadap kelompok-kelompok yang dianggap sebagai organisasi teroris. Konsekuensinya, serangan udara Rusia, Perancis, dan Amerika Serikat terhadap kelompok ISIS akan terus berjalan.

Resolusi itu sendiri tidak menyebut kelompok pemberontak mana yang akan diajak berunding atau melakoni gencatan senjata. Resolusi hanya menekankan bahwa ISIS dan Front Al-Nusra disingkirkan dari perundingan dan mendesak agar semua pihak menghentikan serangan terhadap warga sipil.

Nasib Al-Assad

Salah satu aspek yang menjadi perdebatan ialah masa depan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

AS, Inggris, dan Perancis menyerukan agar Al-Assad hengkang karena dianggap kehilangan kemampuan untuk memimpin Suriah. Bahkan, Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, mengatakan "tidak bisa menerima" Al-Assad masih menjadi kandidat dalam pemilihan umum di masa depan.

Namun, Rusia dan China menentang seruan itu. Kedua negara tersebut menekankan pentingnya Al-Assad tetap menjabat sebagai syarat dilangsungkannya perundingan.

Resolusi yang dikeluarkan DK PBB sama sekali tidak menyebut peran Al-Assad.

Resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Suriah (nomor 2254)

  • Menyerukan gencatan senjata dan perundingan formal mengenai transisi politik yang dimulai pada awal Januari.
  • Kelompok yang dipandang sebagai ‘teroris’, termasuk ISIS dan Front Al-Nusra, dipinggirkan
  • ‘Aksi defensif dan ofensif’ terhadap kelompok-kelompok ini—mengacu pada serangan udara koalisi pimpinan AS dan Rusia—akan berlanjut.
  • Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan melapor pada 18 Januari mengenai cara memantau gencatan senjata.
  • ‘Tata pemerintahan yang kredibel, inklusif, dan non-sektarian’ akan dibentuk dalam kurun enam bulan.
  • ‘Pemilihan umum yang adil dan bebas’ di bawah pemantauan PBB akan diselenggarakan dalam 18 bulan.
  • Transisi politik harus dipimpin Suriah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X