Pertama Kalinya Perempuan Terpilih dalam Pemilu di Arab Saudi

Kompas.com - 13/12/2015, 15:14 WIB
Sekitar 130 ribu perempuan mendaftar untuk memilih dalam pemilu yang baru tiga kali terjadi di Arab Saudi. APSekitar 130 ribu perempuan mendaftar untuk memilih dalam pemilu yang baru tiga kali terjadi di Arab Saudi.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, seorang perempuan telah memenangkan kursi dalam pemilihan perwakilan tingkat kota di Arab Saudi setelah kerajaan membolehkan perempuan untuk pertama kalinya memberi suara dalam pemilu.

Salma bint Hizab al-Oteibi memenangkan kursi di Provinsi Mekah pada pemilu Sabtu (12/12/2015), kata komisi pemilihan.

Sampai sekarang penghitungan suara masih berlangsung. Pemilu ini adalah untuk pertama kalinya perempuan boleh memilih dan mendaftar sebagai kandidat.

Total ada 978 kandidat perempuan, sementara ada 5.938 kandidat pria.

Pejabat mengatakan sekitar 130 ribu perempuan mendaftar untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum, sementara ada 1,35 juta pemilih pria.

Pemungutan ini disebut sebagai pencapaian dalam kerajaan yang konservatif, di mana Arab Saudi adalah satu-satunya negara yang tak membolehkan perempuan untuk mengemudi.

Kandidat perempuan harus bicara di balik sekat saat berkampanye, atau diwakili oleh seorang pria. Media pemerintah melaporkan bahwa jumlah pemilih yang memberikan suara cukup tinggi.

Pemilu adalah hal yang jarang terjadi di Arab Saudi, pemilu yang berlangsung pada Sabtu (12/12) baru yang ketiga dalam sejarah negara tersebut.

Selama 40 tahun antara 1965-2005 tak ada pemilu.

Keputusan membolehkan perempuan berpartisipasi dalam pemilu diambil oleh mendiang Raja Abdullah, dan dianggap sebagai warisan penting dari masa pemerintahannya.

Dalam mengumumkan perubahan tersebut, Raja Abdullah mengatakan bahwa perempuan di Arab saudi "sudah menunjukkan posisi yang mengungkapkan opini serta nasihat yang tepat".

Sebelum meninggal pada Januari, dia menunjuk 30 perempuan untuk menjadi bagian dari Dewan Syura, penasihat utama negara.

Ada 2100 kursi anggota perwakilan yang diperebutkan dalam pemilu. Selain itu, ada 1050 kursi tambahan yang diberikan pada orang-orang atas persetujuan raja.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demonstrasi Kenaikan Harga BBM di Iran, 106 Orang Tewas

Demonstrasi Kenaikan Harga BBM di Iran, 106 Orang Tewas

Internasional
Disebut Tak Tertandingi di Timur Tengah, Apa Saja Rudal yang Dipunyai Iran?

Disebut Tak Tertandingi di Timur Tengah, Apa Saja Rudal yang Dipunyai Iran?

Internasional
Studi Pentagon: Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah

Studi Pentagon: Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 600 Demonstran Hong Kong Menyerah | Mia Khalifa Kisahkan Pengalaman

[POPULER INTERNASIONAL] 600 Demonstran Hong Kong Menyerah | Mia Khalifa Kisahkan Pengalaman

Internasional
Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Internasional
Menyeberang Sambil Pakai 'Headphone' dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Menyeberang Sambil Pakai "Headphone" dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Internasional
Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Internasional
Mantan Model Playboy Ini Berniat 'Nyalon' Jadi Presiden Kroasia

Mantan Model Playboy Ini Berniat "Nyalon" Jadi Presiden Kroasia

Internasional
Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Internasional
Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Internasional
Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Internasional
Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Internasional
Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Internasional
Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Internasional
Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X