Kompas.com - 04/12/2015, 09:16 WIB
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Pangeran Harry telah menyampaikan sikapnya untuk mencoba menghentikan para pemburu yang menyerang hewan di Afrika Selatan secara brutal, setelah perjalanan terbarunya ke Taman Nasional Kruger.

Pangeran muda dari Inggris ini mengunggah foto di akun Instagram Kensington Royal untuk membagi pengalamannya dan mengutuk perburuan yang tak masuk akal.

Pangeran Harry tinggal di Afrika Selatan selama tiga bulan sepanjang musim panas, di mana ia bertemu orang-orang yang bekerja untuk melindungi hewan Afrika paling terancam punah itu.

"Bagaimana bisa 30.000 gajah dibantai tahun lalu? Tak satu pun dari mereka memiliki nama sehingga kita tak peduli? Dan untuk apa? Gading mereka?" tulisnya dalam posting Instagram, Rabu (2/12/2015).

"Melihat bangkai badak dan gajah besar yang tersebar di seluruh Afrika, dengan tanduk dan gading mereka yang hilang adalah 'keindahan yang terbuang sia-sia’."

Dalam sebuah foto di mana ia terlihat memeluk gajah yang dibius, ia menuliskan, "Setelah hari yang sangat panjang di Taman Nasional Kruger, dengan lima badak dikirim ke rumah baru mereka dan tiga gajah dibebaskan dari kandang mereka, seperti gajah betina yang dibius ini, saya memutuskan untuk merenungkannya.”

Ia lantas menuliskan, "Saya tahu betapa beruntungnya saya memiliki pengalaman ini, tetapi mendengar cerita dari orang-orang di lapangan tentang betapa buruknya situasi, itu membuat saya marah dan frustrasi."

Pangeran Harry juga mengunggah video pendek dan cerita ketika ia bekerja dengan badak yatim piatu muda, setelah pemburu membunuh induknya.

"Badak termuda bernama Don. Ia baru berusia dua bulan ketika ditemukan di Taman Nasional Kruger," tulisnya.

Pekan lalu, seorang hakim Afrika Selatan mencabut moratorium, hampir tujuh tahun, perdagangan tanduk/cula badak domestik, tetapi larangan tersebut masih tetap berlaku karena menunggu banding yang diajukan Kementerian Lingkungan Afrika Selatan.

Larangan internasional atas perdagangan cula badak telah diberlakukan sejak tahun 1977.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.