Bahan Peledak Ditemukan di Rumah Tersangka Penembakan di California

Kompas.com - 04/12/2015, 08:42 WIB
Syed Rizwan Farook ABC NewsSyed Rizwan Farook
|
EditorEgidius Patnistik

SAN BERNARDINO, KOMPAS.com - Kepolisian California menemukan ribuan amunisi, selusin bom pipa, peralatan bom, dan senjata lainnya di kediaman Syed Rizwan Farook dan istrinya Tashfeen Malik, dua sosok tersangka pelaku penembakan mematikan di San Bernardino.

San Bernardino merupakan sebuah kota berpenduduk sekitar 200.000 orang yang terletak sekitar 100 km sebelah timur Los Angeles.

Polisi juga menemukan sejumlah thumbdrive, komputer, dan telepon genggam di rumah yang disewa oleh Farook itu, lapor kantor berita Reuters, Kamis (3/12/2015).

Baik Farook maupun Tashfeen tewas ditembak polisi 5 jam setelah mereka melakukan penembakan yang menewaskan 14 orang dan melukai 21 lainnya di sebuah pusat layanan difabel.

Farook pernah bekerja sebagai pegawai dinas kesehatan masyarakat di San Bernardino selama lima tahun, kata kepala polisi Jarrod Burguan. Sejauh ini pihak kepolisian belum dapat memastikan motif Farook dan Tashfeen namun belum ada bukti kuat adanya kaitan antara kedua pelaku itu dengan kelompok militan atau teroris tertentu.

Otoritas akan menggeledah peralatan elektronik yang dipakai untuk mengecek apakah mereka mengakses situs kaum militan tertentu atau berkomunikasi dengan media sosial kelompok teror tertentu.

CNN, yang mengutip salah satu penegak hukum yang menolak disebut namanya, melaporkan bahwa Farook telah “diradikalisasi” dan menjalin komunikasi melalui telepon dan media sosial dengan lebih dari satu tersangka teroris yang saat ini sedang diinvestigasi FBI.

USA Today juga menyatakan investigator saat ini memfokuskan diri menyelidiki kaitan pria berumur 28 itu dengan sejumlah orang yang memiliki hubungan dengan ideologi “radikal”.

Presiden Barack Obama mengutarakan bahwa mungkin saja penembakan ini berkaitan dengan serangan teroris, mungkin juga hanya masalah di tempat kerja. Namun ia menegaskan, sampai saat ini belum banyak yang kita ketahui.

Farook, warga negara Amerika yang lahir di Negara Bagian Illinois, adalah putra seorang imigran Pakistan. Pasangannya Tashfeen memegang paspor Pakistan dan masuk ke AS tahun 2014 dengan menggunakan visa khusus yang diberikan kepada pasangan dari warga yang sudah tinggal dan berkewarganegaraan Amerika.

Salah satu teman Farook yang bernama Nizaam Ali menceritakan bahwa tidak ada tanda-tanda Farook telah diradikalisasi atau berhubungan dengan kelompok ekstremis. Nizaam yang mengenalnya di masjid melanjutkan, pelaku rutin salat 2-3 kali seminggu ketika jam istirahat makan siang di masjid setempat.

Hussam Ayloush, pimpinan Kelompk Advokasi Muslim di Los Angeles meminta publik tidak buru-buru menyimpulkan motif penembakan itu. Dia mengungkapkan kecemasannya terhadap kemungkinan kecaman dan serangan terhadap umat Muslim di Amerika pasca penembakan itu dan sejumlah serangan teror yang terjadi akhir-akhir ini seperti di Paris.

“Kita hidup dalam kondisi sulit saat ini, ada banyak islamphobia, sentiment anti-Muslim” tuturnya.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X