Kompas.com - 02/12/2015, 11:33 WIB
EditorEgidius Patnistik
PARIS, KOMPAS.com - Presiden Obama berbicara kepada para wartawan di KTT Perubahan Iklim di pinggiran kota Paris, di mana sekitar 180 pemimpin negara berupaya menyepakati langkah-langkah tegas untuk mengendalikan pemanasan global. Mereka berharap bisa membatasi kenaikan suhu bumi tidak lebih dari dua derajat Celsius pada tahun-tahun mendatang.

Sebelum terbang kembali ke Washington, Presiden Obama mengatakan ia dan pemimpin-pemimpin lain dalam konferensi itu sepakat bahwa mengendalikan perubahan iklim merupakan isu paling penting yang dihadapi seluruh dunia.

“Ini satu tren, perubahan iklim mempengaruhi semua tren. Jika kita biarkan kenaikan suhu bumi secepat sekarang dan pola cuaca terus berubah ke arah yang lebih tidak terduga, maka dalam waktu cepat kita harus memberikan lebih banyak sumber daya ekonomi dan militer untuk mengatasi berbagai konsekuensi perubahan planet ini, bukan untuk meningkatkan kesempatan ekonomi bagi warga kita,” papar Obama.

Badan urusan cuaca Amerika mengatakan suhu rata-rata di bumi akan meningkat hingga satu derajat selambat-lambatnya pada akhir tahun 2015.

Beberapa ilmuwan mengatakan kenaikan satu derajat saja dalam beberapa tahun mendatang berpotensi menimbulkan bencana global.

Pejabat-pejabat Amerika mengumumkan bahwa 73 perusahaan Amerika telah berjanji akan mendukung kebijakan perubahan iklim, dengan target mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 50 persen, memangkas penggunaan air hingga 80 persen dan menggunakan 100 persen sumber-sumber energi terbarukan.

Presiden Obama yakin krisis bisa dicegah.

Ia menambahkan, “Saya yakin kita bisa menyelesaikan hal ini. Jika dua tahun lalu kita mengatakan kepada orang-orang bahwa 180 negara akan datang ke Paris dengan target yang cukup ambisius yaitu mengurangi emisi karbon, sebagian orang akan mengatakan ‘mustahil, harapan kosong’.Tetapi kini kita mewujudkannya. Hal ini terjadi. Bahkan sebelum perjanjian itu ditandatangani, hal-hal tadi sudah tercapai.”

Amerika berjanji akan memangkas emisi gas rumah kaca hingga 28 persen sebelum tahun 2025, sementara China menetapkan untuk memangkas emisi tersebut selambat-lambatnya tahun 2030.

Presiden Obama juga melangsungkan pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri India Narendra Modi tentang “ancaman mendesak” dalam isu perubahan iklim.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.