Kompas.com - 01/12/2015, 23:23 WIB
|
EditorBayu Galih

PARIS, KOMPAS.com - Empat negara di kawasan Eropa, yakni Swedia, Norwegia, Jerman dan Swiss, mengumumkan telah menyediakan dana sebesar 500 juta dolar untuk lingkungan.

Dana itu akan yang digunakan untuk membantu negara berkembang dalam rangka pengurangan emisi karbon. Program ini juga bekerja sama dengan Bank Dunia.

Program tersebut akan dikerjakan oleh sebuah lembaga fasilitas aset karbon transformatif, yang akan membantu negara-negara berkembang untuk memerangi efek gas rumah kaca, termasuk langkah kebijakan sebuah negara berkembang.

Sebagai contoh, sebuah negara yang berusaha meninggalkan energi fosil ke energi terbarukan.

"Kami akan membantu negara-negara berkembang untuk menemukan cara penggunaan energi rendah karbon," kata Presiden Grup Bank Dunia, Jim Yong Kim, Selasa (1/12/2015)

"Inisiatif ini merupakan salah satu cara negara di dunia yang akan diwariskan pada generasi selanjutnya dari kredit karbon," ucapnya.

Inisiatif ini direncanakan mulai pada 2016 dengan komitmen awal diharapkan terdapat kontribusi dari negara-negara lainnya sebesar 250 juta dolar hingga tercapai target 500 juta dolar.

Ke depannya, Bank Dunia akan menyediakan dalam bentuk investasi sebesar 2 miliar dolar.

"Kami sangat senang dengan inisiatif ini dan akan membimbing generasi selanjutnya ke program pasar karbon," kata Perdana Menteri Erna Solberg dari Norwegia.

Sementara itu sebelumnya Presiden Indonesia Joko Widodo dalam pidatonya di Confrences of Parties (COP) 21, Pertemuan Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB, (UNFCCC) di Le Bourget, Prancis, Senin (30/11/2015) menekankan komitmen negara-negara maju untuk membantu pendanaan dan transfer teknologi dalam upaya memerangi perubahan iklim.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.