Kompas.com - 01/12/2015, 06:43 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
BRUSSELS, KOMPAS.com - Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menegaskan Pemerintahnya tidak akan meminta maaf kepada Pemerintah Rusia terkait penembakan pesawat Rusia oleh militer Turki minggu lalu.

"Tidak ada Presiden atau Perdana Menteri Turki yang meminta maaf karena menjalankan tugasnya," kata Davutoglu di Brussels, seusai pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Senin (30/11/2015).

Politisi berusia 56 ini juga lalu mengungkapkan harapan agar Rusia mempertimbangkan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Turki beberapa hari yang lalu.

Davutoglu mengutarakan, Turki terbuka untuk melakukan pembicaraan diplomatik untuk menghindari peristiwa yang sama di masa yang akan datang.

Penasehat luar negeri Presiden Rusia Vladimir Putin menuturkan, Putin belum mau mengangkat telepon pemimpin Turki, karena belum ada permintaan maaf dari negara itu.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengatakan bahwa bahwa Putin menolak sambungan telepon dari Recep.

Baca: Akibat Sanksi Rusia, Ekonomi Turki Bakal Makin Lesu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.