China Berencana Bangun Pangkalan Militer di Djibouti

Kompas.com - 27/11/2015, 11:37 WIB
Sebuah parade militer China di Beijing pada September lalu.
AFPSebuah parade militer China di Beijing pada September lalu.
EditorEgidius Patnistik
BEIJING, KOMPAS.com - China mendeklarasikan bahwa pihaknya berencana untuk membangun sebuah fasilitas militer di Djibouti, sebuah negara yang penting dari segi letaknya di Tanduk Afrika.

Rencana tersebut, jika terwujud, tampaknya akan menjadi kehadiran permanen pertama militer China di luar negeri dan tanda pertumbuhan angkatan laut negara itu.

Pengumuman akan rencana itu muncul hari Kamis (26/11/2015).

Pada hari yang sama media yang didukung negara melaporkan rencana Presiden Xi Jinping mereorganisasi besar-besaran militer negara itu, termasuk penciptaan sebuah sistem komando baru yang dimaksudkan untuk mengintegrasikan dan menyeimbangkan kekuatan darat, udara dan laut Tentara Pembebasan Rakyat agar menjadi lebih gesit.


Ketika mengungkapkan bahwa China sedang dalam pembicaraan untuk membangun apa yang disebut sebuah "fasilitas logistik" di Djibouti, Kementerian Luar Negeri mengatakan, instalasi tersebut akan berfungsi untuk memasok kapal angkatan laut China yang sudah berpartisipasi dalam misi anti-pembajakan PBB di Teluk Aden sejak tahun 2008.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Hong Lei, tidak merujuk fasilitas itu sebagai sebuah pangkalan militer. Dia tidak mengatakan kapan pembangunannya akan dimulai atau kapan akan selesai.

Amerika Serikat (AS) mempertahankan satu-satunya pangkalan militernya di benua Afrika di Djibouti. Pangkalan itu digunakan sebagai basis operasi kontra-terorisme di Afrika dan Timur Tengah. Tahun lalu, Presiden Barack Obama memperbaharui sewa pangkalan itu untuk periode 20 tahun.

Rencana pembangunan fasilitas militer China di Djibouti terjadi setelah kunjungan Kepala Staf Umum Angkatan Darat Tentara Pembebasan Rakyat, Jenderal Fang Fenghui, ke Djibouti pada bulan ini. Kunjungan tersebut tampaknya telah membahas tentang hal itu.

Tahun ini, China menerbitkan sebuah dokumen pertahanan utama, yang dikenal sebagai kertas putih, yang menguraikan ambisinya untuk menjadi kekuatan maritim global.

China telah banyak berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur Djibouti, termasuk ratusan juta dolar yang dihabiskan untuk memperbaharui pelabuhan-pelabuhan negara itu yang tidak memadai. China juga membiayai pembangunan jalur kereta api yang membentang dari Addis Ababa, Ibukota Ethiopia, ke Djibouti. Sebuah proyek yang menelan biaya miliaran dolar.

Populasi Djibouti hanya 1 juta orang. Kebanyakan dari mereka hidup dalam kemiskinan.

Sejumlah pakar militer mengatakan, secara letak, Djibouti menawarkan tempat yang sangat baik untuk melindungi impor minyak dari Timur Tengah yang melintasi Samudera Hindia dalam perjalanannya  ke China. Dari Djibouti, China memperoleh akses yang lebih besar ke Semenanjung Arab.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X