Kompas.com - 27/11/2015, 08:31 WIB
|
EditorEgidius Patnistik

ISTANBUL, KOMPAS.com — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladmir Putin tidak mau menjawab panggilan teleponnya menyusul peristiwa penembakan jet tempur Rusia oleh militer Turki.

"Saya menelepon Putin, tetapi hingga sekarang dia tidak pernah menjawabnya," kata Erdogan kepada televisi Perancis, France 24.

Dia juga menyatakan, Turki akan bertindak berbeda jika mengetahui pesawat tersebut merupakan pesawat Rusia.

"Jika kita tahu itu pesawat Rusia, mungkin kita akan memberikan peringatan dalam bentuk yang berbeda."

Erdogan juga mengecam tuduhan bahwa negaranya berkomplot dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), terutama terkait tuduhan bahwa Turki membeli minyak dari kelompok militan itu.

"Sudah pasti itu kebohongan dan fitnah," kecam Erdogan. "Kami tidak pernah memiliki hubungan bisnis apa pun dengan kelompok teroris. Mereka harus membuktikannya. Jika terbukti, Tayyip Erdogan akan mengundurkan diri," kata Erdogan berapi-api.

Putin langsung menepis klaim Erdogan bahwa mereka tidak tahu pesawat yang ditembak jatuh di perbatasan Suriah merupakan milik Rusia.

Putin menyatakan, pesawat-pesawat Rusia mudah dikenali dan koordinat penerbangan pesawat tempur telah diberikan kepada Amerika Serikat, yang merupakan sekutu Turki.

Menurut Putin, sangat mustahil bahwa Turki tidak mengetahui bahwa pesawat Su-24 yang ditembak pada ketinggian 6.000 meter dengan rudal udara ke udara oleh pesawat tempur F-16 Turki, sekitar satu kilometer dari perbatasan Turki, ialah milik Rusia.

"Sebagaimana diatur dalam kesepakatan dengan AS, kami memberi informasi di mana pesawat kami beroperasi, di ketinggian berapa, dan di area mana saja. Turki adalah bagian dari koalisi dan mereka pasti tahu bahwa itu adalah pesawat tempur Rusia. Jika itu pesawat Amerika, akankah mereka menembak?" kata Putin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.