Mali Berkabung 3 Hari dan Terapkan Status Darurat 10 Hari - Kompas.com

Mali Berkabung 3 Hari dan Terapkan Status Darurat 10 Hari

Kompas.com - 21/11/2015, 10:43 WIB
AP Photo/Harouna Traore Polisi Mali berjaga-jaga di luar Hotel Radisson Blu di Bamako, Mali setelah drama penyanderaan oleh kelompok radikal berakhir, Jumat (20/11/2015).
KOMPAS.com — Sesaat setelah drama penyanderaan di sebuah hotel di ibu kota Bamako berakhir, Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keita mengumumkan pemberlakuan status darurat.

Status darurat berlaku mulai Jumat (20/11/2015) tengah malam waktu setempat hingga 10 hari mendatang. Keita juga mengumumkan tiga hari berkabung.

Dalam keterangan kepada wartawan seusai menggelar rapat darurat dengan jajaran menterinya, Keita mengatakan, sebanyak 21 orang tewas dalam serangan itu, termasuk dua pria pelaku penyanderaan.

Laporan sebelumnya menyebutkan sedikitnya 27 orang meninggal dunia. Sebab, seorang pejabat PBB, yang berbicara tanpa bisa dikemukakan identitasnya, mengatakan, 12 jenazah ditemukan di basement hotel dan 15 jasad lainnya ada di lantai 2.

Sejumlah saksi mata mengatakan, serangan dilakukan sekitar 13 pria bersenjata.

Salah seorang sandera yang meninggal ialah Geoffrey Dieudonne, anggota parlemen Belgia dari wilayah Wallonia.

Kemudian, kantor berita China, Xinhua, melaporkan, terdapat tiga warga China yang meninggal.

Adapun Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengaku ada satu warga AS yang menjadi korban tewas.

Melepaskan tembakan

Sejumlah saksi mata mengatakan, drama penyanderaan bermula ketika sekitar 13 pria bersenjata masuk ke Hotel Radisson Blue sembari melepaskan tembakan.

Para pria bersenjata itu kemudian menyandera 140 orang tamu hotel dan 30 pegawai. Kantor berita Reuters yang mengutip keterangan sumber keamanan di Mali melaporkan bahwa sejumlah sandera, yang bisa mengucapkan ayat-ayat Quran, dilepaskan.

Drama penyanderaan berakhir setelah pasukan khusus Mali menyerbu hotel. Pasukan khusus AS dan Perancis juga turut membantu upaya penyerbuan.

Sejauh ini, kelompok Al Qaeda di Maghribi Islam dan afiliasinya, Al-Murabitoun, mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Serangan dan drama penyanderaan di Mali bukan kali pertama terjadi sepanjang tahun ini. Pada 2015, kelompok militan membunuh 13 orang, termasuk lima pekerja PBB, dalam penyekapan di sebuah hotel di kota Sevare.

Tanggung jawab keamanan di Mali dipikul oleh pasukan PBB sejak Juli 2013, setelah beberapa kota utama di bagian utara negara itu diambil alih oleh kelompok militan.

Kompas TV Kelompok Militan Serang Hotel di Ibukota Mali


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorTri Wahono

Terkini Lainnya

Ambil S-1 di Belanda? Kuliah di Minggu Pertama Langsung 'Nge-gas'!

Ambil S-1 di Belanda? Kuliah di Minggu Pertama Langsung "Nge-gas"!

Edukasi
Saudi Dilaporkan Siksa dan Lecehkan Aktivis Perempuan

Saudi Dilaporkan Siksa dan Lecehkan Aktivis Perempuan

Internasional
Beda Sikap Gubernur dan Ketua DPRD DKI soal Pembangunan Stadion BMW

Beda Sikap Gubernur dan Ketua DPRD DKI soal Pembangunan Stadion BMW

Megapolitan
Berandalan Bermotor Sukabumi Terlibat Bentrokan, Dihukum Bersihkan Tugu Adipura

Berandalan Bermotor Sukabumi Terlibat Bentrokan, Dihukum Bersihkan Tugu Adipura

Regional
5 Fakta Tewasnya CLP di Indekos Mampang: Ditemukan di Lemari hingga Luka di Kepala...

5 Fakta Tewasnya CLP di Indekos Mampang: Ditemukan di Lemari hingga Luka di Kepala...

Megapolitan
Menko PMK Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Berjalan Lancar

Menko PMK Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Berjalan Lancar

Nasional
Kuliah di Belanda Jangan Gampang 'Baper', Tahu Sebabnya?

Kuliah di Belanda Jangan Gampang "Baper", Tahu Sebabnya?

Edukasi
Berniat Menjemput Suami di Malaysia, Seorang Ibu Meninggal Usai Melahirkan di Kapal

Berniat Menjemput Suami di Malaysia, Seorang Ibu Meninggal Usai Melahirkan di Kapal

Regional
5 Turis India yang Mengemis dan Meramal di Nunukan Tak Bisa Bahasa Indonesia

5 Turis India yang Mengemis dan Meramal di Nunukan Tak Bisa Bahasa Indonesia

Regional
Trump: Kasus Pembunuhan Khashoggi Tak Pengaruhi Hubungan AS-Saudi

Trump: Kasus Pembunuhan Khashoggi Tak Pengaruhi Hubungan AS-Saudi

Internasional
Menko PMK Ungkapkan Potensi Besar Pariwisata Sumbawa Barat

Menko PMK Ungkapkan Potensi Besar Pariwisata Sumbawa Barat

Nasional
Prioritas Demokrat dan SBY yang Baru Turun Gunung Bulan Maret untuk Prabowo

Prioritas Demokrat dan SBY yang Baru Turun Gunung Bulan Maret untuk Prabowo

Nasional
Video Momen 30 Detik Saat Jokowi Dipeluk Erat Seorang Nenek

Video Momen 30 Detik Saat Jokowi Dipeluk Erat Seorang Nenek

Regional
Proses Identifikasi Korban Lion Air JT 610 yang Segera Berakhir...

Proses Identifikasi Korban Lion Air JT 610 yang Segera Berakhir...

Megapolitan
Bersemangat Lawan Hoaks, Warga Kulon Progo Bakar Ogoh-ogoh 'Butho'

Bersemangat Lawan Hoaks, Warga Kulon Progo Bakar Ogoh-ogoh "Butho"

Regional

Close Ads X