Kompas.com - 21/11/2015, 05:50 WIB
EditorEgidius Patnistik
NEW YORK, KOMPAS.com — Saat terakhir kali Saba Ahmed muncul sebagai panelis di acara The Kelly Show yang ditayangkan Fox News Channel, ia memperhatikan banyak tamu yang mengenakan lambang patriotisme mereka secara terbuka, di lengan maupun kerah baju, baik berupa bendera maupun pernak-pernik lainnya.

Maka dari itu, ketika Saba, yang merupakan seorang pengacara Muslim Amerika keturunan Pakistan, kembali ke acara itu sebagai panelis minggu ini, beberapa hari setelah serangan teroris di Paris, Perancis, yang membangkitkan kembali retorika anti-Muslim dan gerakan untuk membatasi pengungsi Muslim memasuki Amerika, dia memutuskan untuk menunjukkan sikap patriotiknya melalui pilihan berpakaiannya.

Awalnya, ia berpikir untuk menyelempangkan bendera yang dibawanya ke bahu. Namun, ia dan beberapa perempuan di ruang rias memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda.  

"Mereka menyukai ide memasang syal di kepala, jadi saya melakukannya," kata dia.

Tayangan Saba Ahmed mengenakan bendera AS sebagai hijab di jaringan berita yang didirikan Rupert Murdoch, yang dikenal dengan pandangan kristen ultra-konservatif banyak pembawa acaranya serta kedekatan jaringan televisi itu dengan Partai Republik, tersebar luas di seluruh dunia.

Dalam sebuah segmen yang mengulas seruan kandidat presiden Partai Republik, Donald Trump, untuk menutup masjid-masjid, Saba Ahmed duduk, dibalut bendera cerah berlambang bintang dan garis-garis, dengan sabar menjelaskan kepada rekan panelisnya dan pembawa acara Megyn Kelly bahwa langkah semacam itu tidaklah adil dan menyalahi konstitusi.

"Megyn, kami pergi ke masjid untuk berdoa," katanya. "Sangat mengerikan mendengar bahwa hak konstitusional kami, berupa kebebasan untuk menjalankan kewajiban agama akan dibatasi... Anda tak akan menutup gereja hanya karena ada satu atau dua orang Kristen bersikap buruk."

Keputusannya untuk mengenakan bendera Amerika sebagai hijab digambarkan sebagai upaya genius. Namun, Saba Ahmed dengan jujur menyampaikan tujuannya.

"Saya hanya ingin menunjukkan bahwa kami adalah orang Muslim Amerika yang patriotik," katanya kepada Fairfax Media dalam sebuah wawancara.

"Saya sering ditanya apakah saya seorang Amerika atau cukup Amerika? Maka, saya berharap, hijab yang saya kenakan memberikan jawabannya."

Halaman:
Sumber smh.com.au
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.