2 Pria Ditangkap Terkait Ancaman Bom Palsu untuk Penerbangan easyJet

Kompas.com - 20/11/2015, 06:00 WIB
Sebuah pesawat easyJet easyJetSebuah pesawat easyJet
EditorEgidius Patnistik
LONDON, KOMPAS.com - Polisi Inggris menahan dua pria atas tuduhan membuat ancaman bom yang ternyata palsu terhadap sebuah penerbangan easyJet. Ancam itu telah menyebabkan sebuah penerbangan dievakuasi di Bandara Manchester pada Kamis (19/11/2015).

Para petugas dipanggil ke sebuah penerbangan easyJet yang akan menuju ke Marrakech di Maroko setelah ada laporan bahwa seorang penumpang mengaku punya bom dalam tasnya.

Pesawat itu dievakuasi dan para penumpang kembali diperiksa sebelum penerbangan tersebut berangkat beberapa jam kemudian.

"Pesawat itu langsung dievakuasi dan dua orang pria, berusia 45 dan 46 tahun, ditangkap karena dicurigai telah memberikan ancaman bom yang ternyata palu," kata juru bicara Kepolisian Greater Manchester.


"Sejauh ini tidak ada peledak yang ditemukan."

Manchester Airport mengatakan bahwa para penumpang telah diturunkan dari pesawat "sebagai langkah pencegahan".

EasyJet berterima kasih kepada para penumpang atas kesabaran mereka dan mengatakan polisi telah masuk ke penerbangan EZY1893 atas permintaan kapten penerbangan.

"Kami sangat serius terhadap setiap masalah keamanan easyJet demi terus memastikan keselamatan dan keamanan penumpang dan awak kami," kata seorang juru bicara easyJet.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Internasional
Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Internasional
Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Internasional
Korea Utara Mengancam Bakal Beri 'Hadiah Natal', Ini Peringatan AS

Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X