Kompas.com - 18/11/2015, 13:16 WIB
EditorFarid Assifa
KOMPAS.com - Koalisi global untuk memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mulai muncul.

Perancis, Rusia dan Amerika Serikat bukan hanya melakukan pembicaraan kerja sama memerangi teroris ISIS tetapi juga sudah memasuki wilayah tindakan sebagai "koalisi tunggal dan besar".

Presiden Barack Obama mengatakan, Rabu (18/11/2015), AS siap bekerja sama dengan Rusia jika negara bekas Uni Soviet itu mengubah strategi militer di Suriah.

Obama mengatakan sudah menyampaikan pesan itu ke Presiden Putin dalam sebuah pertemuan di Turki pekan ini.

"Itu sesuatu yang sangat ingin kami lihat," kata Obama saat menghadiri sebuah pertemuan tahunan negara-negara Asia di Filipina.

Presiden Hollande sudah menelepon Rusia, Selasa (17/11/2015), lalu untuk mendiskusikan kemungkinan rencana bersama , dan sudah membuat jadwal kunjungan ke Washington dan Moskwa minggu depan untuk membentuk formasi aliansi baru yang besar.

Perancis kembali melancarkan serangan udara putaran ketika pada Selasa malam dengan target ibu kota de fakto ISIS, Raqqa di Suriah.

Di saat bersamaan, pesawat Rusia juga menggempur lokasi yang sama di Raqqa.

Puji putin

Presiden Barack Obama memuji peran Rusia dalam pembicaraan mengakhiri krisis Suriah dan menawarkan prospek kerja sama lebih baik jika Moskwa memfokuskan serangan militer terhadap kelompok ISIS.

Obama mengatakan, Rusia menjadi "mitra konstruktif di Vienna dalam upaya menciptakan transisi politik", mengacu pada pembicaraan internasional di Austria.

Namun, dia mengatakan, masih ada perbedaan atas nasib pemimpin Suriah Bashar Assad, dan fokus militer Rusia bergantung pada Assad.

Menurut Obama, Rusia masih tertarik untuk mempertahankan kekuasaan Assad. Sementara Amerika Serikat menginginkan Assad mundur demi mengakhiri krisis Suriah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber WSJ, AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.