Akibat Teror di Paris, Negara-negara Bagian di AS Tolak Pengungsi Suriah

Kompas.com - 17/11/2015, 11:57 WIB
San Fransico City Hall di selimuti dengan warna bendera nasional Perancis, di San Fransisco, California, Amerika Serikat, Sabtu, 14 November 2015. Aksi ini merupakan bentuk solidaritas untuk mengenang ratusan orang yang tewas dan terluka dalam aksi serangan teroris yang terjadi di paris pada 13 November malam. GETTY IMAGES / AFP PHOTO / JUSTIN SULLIVANSan Fransico City Hall di selimuti dengan warna bendera nasional Perancis, di San Fransisco, California, Amerika Serikat, Sabtu, 14 November 2015. Aksi ini merupakan bentuk solidaritas untuk mengenang ratusan orang yang tewas dan terluka dalam aksi serangan teroris yang terjadi di paris pada 13 November malam.
EditorTri Wahono

KOMPAS.com — Belasan negara bagian Amerika Serikat (AS) menolak pengungsi dari Suriah. Mereka tidak lagi menerima pengungsi Suriah karena khawatir terhadap situasi keamanan setelah serangan di Paris.

Gubernur Michigan Rick Snyder mengungkapkan, ia menangguhkan penerimaan pendatang baru hingga adanya evaluasi lebih lanjut.

Alabama, Texas, dan beberapa negara bagian lainnya mengeluarkan pernyataan serupa. Namun, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, legalitas tindakan ini masih belum jelas.

Sebelumnya, Presiden Barack Obama mendesak AS untuk meningkatkan dan turut berperan serta dalam membantu orang-orang yang melarikan diri dari perang saudara.

"Menolak mereka adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai yang kita anut," katanya.

"Negara kami dapat menyambut pengungsi yang putus asa dalam mencari keselamatan dan menjamin keamanan kita sendiri. Kita bisa dan harus melakukan keduanya," ujar Obama.

Keputusan para gubernur terjadi setelah serangan di Paris, Jumat (13/11/2015) malam, yang menewaskan 129 orang.

Berikut negara-negara bagian yang memberlakukan penolakan:

1. Alabama
2. Arizona
3. Arkansas
4. Florida
5. Georgia
6. Illinois
7. Indiana
8. Iowa
9. Louisiana
10. Massachusetts
11. Michigan
12. Mississippi
13. New Hampshire
14. Carolina Utara
15. Ohio
16. Texas
17. Wisconsin

Tujuh pelaku tewas dalam rangkaian serangan di Paris, dan salah satunya diduga warga negara Suriah yang memasuki Eropa melalui Yunani dengan rombongan migran.

Video baru yang dirilis kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS mengklaim pelaku serangkaian serangan di Paris, dan mengancam akan melakukan aksi serupa di Washington DC.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X