Pascaserangan Teroris, Perancis Lakukan Pemeriksaan Sistematis di Perbatasan

Kompas.com - 15/11/2015, 20:25 WIB
Korban serangan teroris dievakuasi di Paris, 13 November 2015. Lebih dari 100 orang tewas dalam aksi penembakan dan bom yang dilakukan oleh teroris pada 13 November malam. AP PHOTO / THIBAULT CAMUSKorban serangan teroris dievakuasi di Paris, 13 November 2015. Lebih dari 100 orang tewas dalam aksi penembakan dan bom yang dilakukan oleh teroris pada 13 November malam.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Perancis kini menjaga ketat wilayah perbatasannya menyusul aksi penyerangan di Paris yang menewaskan 129 orang.

Presiden Perancis Francosi Hollande memutuskan untuk menyelenggarakan pemeriksaan di wilayah perbatasan Perancis dengan negara-negara Schengen lainnya.

"Ini berarti bahwa mulai saat ini pemeriksaan sistematis dilakukan di perbatasan terhadap mereka yang akan memasuki Perancis dari negara-negara Schengen," kata Vignal Gaspard, Atase Pers Kedubes Perancis di Jakarta, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Minggu (15/11/2015).

Kendati demikian, Kebijakan ini tidak berpengaruh pada prosedur permohonan visa. Kedutaan akan tetap memberikan visa Schengen kepada orang-orang yang bermaksud mengunjungi Perancis.

Para pemegang visa Schengen yang dikeluarkan negara lain seperti biasanya, tetap dapat memasuki wilayah Prancis. (baca: Obama Akan Lipatgandakan Kekuatan AS untuk Perangi ISIS)

Kedutaan Besar Perancis mengingatkan, meskipun telah memegang visa Schengen, wisatawan harus siap dan dapat menunjukkan dokumen-dokumen yang diminta pada saat mengajukan permohonan visa.

Dokumen tersebut diantaranya program/tujuan perjalanan, bukti asuransi perjalanan, bukti tempat menginap, dan sebagainya.

"Dokumen-dokumen tersebut dapat diminta petugas pemeriksa di perbatasan," kata Vignal.

Serangan bersenjata secara simultan di sejumlah lokasi mengguncang Paris, Jumat (13/11) malam.

Tak kurang dari 129 orang tewas akibat rangkaian serangan di rumah makan, bar, stadion sepak bola, sejumlah tempat yang ramai dikunjungi warga pada akhir pekan.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan tersebut. (baca: ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Teror di Paris)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X