128 Orang Tewas dan 99 Korban Kritis, Warga Paris Antre Jadi Donor Darah

Kompas.com - 14/11/2015, 21:21 WIB
Warga berpelukan setelah dievakuasi menggunakan bis, dekat dengan gedung konser Bataclan di pusat kota Paris, 14 November 2015. Lebih dari 100 orang tewas dalam aksi penembakan dan bom yang dilakukan oleh teroris pada 13 November malam. AFP PHOTO / FRANCOIS GUILLOTWarga berpelukan setelah dievakuasi menggunakan bis, dekat dengan gedung konser Bataclan di pusat kota Paris, 14 November 2015. Lebih dari 100 orang tewas dalam aksi penembakan dan bom yang dilakukan oleh teroris pada 13 November malam.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

PARIS, KOMPAS.com — Pemerintah Perancis menyatakan bahwa sedikitnya 128 orang tewas dalam serangkaian serangan di sejumlah tempat di Kota Paris, Jumat (13/11/2015) malam.

Kantor berita Reuters melaporkan, berdasarkan pernyataan kantor kejaksaan di Perancis, sebanyak 99 orang lainnya dalam kondisi kritis akibat rangkaian serangan tersebut.

Sementara itu, kantor berita Agence France-Presse menyebutkan bahwa tragedi itu merenggut 127 korban jiwa. Lebih dari 200 orang mengalami luka, dengan 80 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Sejauh ini, para korban telah dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapat perawatan.

Di sejumlah rumah sakit, antrean panjang warga Paris tampak. Mereka ingin menjadi donor darah bagi para korban serangan tersebut.

Pengguna internet memasang tanda pagar (tagar) #dondusang untuk memberitahukan informasi mengenai rumah sakit yang paling membutuhkan donor darah.

Tagar #PorteOuverte menjadi trending topic di Twitter, dan berisi pujian atas kemurahan hati warga Perancis yang membukakan pintu rumah mereka untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban serangan itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertolongan warga sangat dibutuhkan mengingat peristiwa berdarah ini terjadi pada tengah malam saat transportasi umum sudah tidak beroperasi lagi dan banyak jalan ditutup untuk pengamanan.

Tim forensik telah didatangkan ke lokasi kejadian pada pagi ini untuk segera melakukan investigasi.

Sementara itu, lebih kurang 1.500 personel militer Perancis berjaga-jaga di Paris, terutama di lokasi wisata, untuk mengamankan kota mode tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X