Ancaman Pembunuhan terhadap Mahasiswa Kulit Hitam Menyebar di Media Sosial

Kompas.com - 12/11/2015, 15:01 WIB
Protes mahasiswa kulit hitam di Universitas Missouri, terkait ancaman pembunuhan. BBCProtes mahasiswa kulit hitam di Universitas Missouri, terkait ancaman pembunuhan.
EditorEgidius Patnistik
NEW YORK, KOMPAS.com - Polisi di Universitas Missouri, Amerika Serikat, menahan Hunter Park (19) terkait ancaman pembunuhan mahasiswa kulit hitam, yang menyebar di internet.

Ancaman pembunuhan, paling banyak datang dari pengguna aplikasi berkirim-pesan anonim, Yik-Yak.

“Besok saya akan berdiri dengan gagah dan menembak seluruh orang kulit hitam yang saya lihat,” tulis salah satu pengguna Yik-Yak.

Di pesan lain tertulis, “Kami tunggu kalian di parkiran. Kami bunuh kalian semua.”

Berdasarkan penyelidikan polisi, Hunter bukanlah mahasiswa kampus bersangkutan, melainkan mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Missouri.

Dia tinggal di Rolla, Missouri, sekitar 161km arah selatan kampus Universitas Missouri, yang berlokasi di Kota Columbia.

Universitas Missouri telah meningkatkan keamanannya, tetapi menegaskan bahwa tidak ada ancaman "nyata".

Kampus ‘Cuek’

Hunter ditahan beberapa hari setelah Presiden Universitas Missouri, Tim Wolfe, dipaksa untuk mengundurkan diri, karena dituduh tidak mampu menangangi masalah rasisme di kampus.

Salah seorang mahasiswa kulit hitam, mencuit percakapan e-mail dengan dosennya. Dia menyampaikan ketakutannya datang ke kelas, karena ancaman yang menyebar lewat media sosial.

Namun, dosennya membalas, “Satu-satunya cara mengalahkan bully adalah dengan melawan mereka. Jika kita batalkan ujian, mereka menang. Jika kita tetap lanjutkan pelajaran, mereka kalah.”

Kondisi ini membuat mahasiswa melakukan protes dengan menduduki lapangan kampus. Salah satu mahasiswa magister bahkan melakukan aksi mogok makan, meminta agar Tim Wolfe mengundurkan diri.

Selain itu, mahasiswa kulit hitam juga berang ketika mereka menemukan swastika yang digambar dengan tinja di toilet kampus, disusul hinaan bernada rasis yang dilontarkan orang-orang di kampus.

Tim Wolfe akhirnya mengundurkan diri setelah tim sepak-bola Amerika kampus, bergabung mendukung aksi, dan mengancam tidak mau bertanding sampai universitas mengambil tindakan mengatasi masalah rasial di kampus yang mayoritas mahasiswanya berkulit putih itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X