Rencana Perdamaian Suriah Versi Rusia Beredar

Kompas.com - 12/11/2015, 13:52 WIB
Pasukan pendukung pemerintah Suriah berjalan di markas udara Kuwairi, Aleppo, Suriah utara. AFPPasukan pendukung pemerintah Suriah berjalan di markas udara Kuwairi, Aleppo, Suriah utara.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Sebuah dokumen Rusia beredar di PBB berisi usulan proses reformasi konstitusi di Suriah selama 18 bulan, yang kemudian diikuti pemilihan presiden.

Dokumen tersebut tidak menyebut apakah Presiden Suriah, Bashar al-Assad, akan tetap berkuasa pada masa itu.

Tetapi kelompok oposisi Suriah tertentu disebutkan seharusnya ikut serta dalam perundingan penting di Wina, Austria hari Sabtu.

Militer Suriah sementara itu menghentikan pengepungan di bagian utara.

Unit militer dalam perjalanan ke markas udara Kuwairi, timur Aleppo, dan membinasakan kelompok besar milisi yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, kata sejumlah laporan.

Tempat tersebut diserang kelompok jihadis ISIS selama hampir dua tahun.

Hal ini merupakan kemenangan bagi pasukan rezim yang berjuang untuk bergerak maju, bahkan setelah Rusia meningkatkan kekuatan pada akhir September.

Usulan delapan butir Rusia dilaporkan tidak mengesampingkan keikutsertaan Presiden Assad pada pemilihan umum yang akan datang.

"Presiden terpilih Suriah akan menjalankan fungsi komandan tertinggi militer, penguasa badan khusus dan kebijakan luar negeri," demikian sebagian isi dokumen yang bocor ke media.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X