Kompas.com - 12/11/2015, 02:46 WIB
Paus Fransiskus menyampaikan pesannya dalam doa Angelus dari jendela tempat kerjanya yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus, di Vatikan, 8 November 2015. AP Photo/Alessandra TarantinoPaus Fransiskus menyampaikan pesannya dalam doa Angelus dari jendela tempat kerjanya yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus, di Vatikan, 8 November 2015.
EditorErvan Hardoko

PARIS, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Perancis, Rabu (11/11/2015), menyebut rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Republik Afrika Tengah (RAT) yang bergolak terlalu berisiko.

Pemerintah Perancis bahkan menegaskan, pasukannya yang bertugas di negeri tersebut tak bisa memastikan keselamatan pemimpin Gereja Katolik sedunia itu.

"Kami sudah memberi saran bahwa (kunjungan) itu sangat berisiko," kata seorang pejabat yang dekat dengan Menhan Perancis, Jean-Yves Le Drian.

Paus Fransiskus dijadwalkan berkunjung ke negeri yang dikoyak perang antarpemeluk agama itu pada 29-30 November mendatang.

Kunjungan Paus ke RAT adalah bagian dari perjalanannya ke Afrika yang juga akan menyambangi Kenya dan Uganda.

Ratusan ribu umat Katolik dari negara-negara tetangga RAT seperti Kamerun dan Kongo diperkirakan bakal membanjiri negeri itu untuk menyambut Paus Fransiskus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"RAT adalah negara di mana tentara dan polisinya belum berfungsi maksimal kembali," ujar pejabat Kemenhan Perancis itu.

Di RAT sebanyak 900 prajurit Perancis, yang merupakan bagian dari 10.800 pasukan PBB dan Uni Afrika, bertugas untuk mengamankan bandara dan menyediakan evakuasi medis jika diperlukan.

"Namun mereka tak bisa berbuat lebih banyak lagi," pejabat itu menegaskan.

Sedikitnya 61 orang tewas dan lebih dari 300 orang lainnya terluka dalam kekerasan di ibu kota Bangui pada akhir September lalu sebelum pasukan Perancis dan PBB mengintervensi.

Akibat dari kekerasan berkepanjangan membuat satu dari 10 warga RAT kini mengungsi ke luar negeri terutama ke Kamerun, Chad, RD Kongo dan Kongo sejak 2013.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.