Kompas.com - 02/11/2015, 06:06 WIB
EditorBayu Galih

ANKARA, KOMPAS.com - Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) memperkuat dominasi kekuasaannya di Turki setelah menang pemilu parlemen yang berlangsung Minggu (1/11/2015).

Dilansir dari AFP, Dengan perolehan suara sekitar 51 persen, maka partai yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan ini dipastikan menguasai parlemen yang terdiri dari 550 kursi tersebut. AKP kini tidak perlu menjalin koalisi untuk membentuk pemerintahannya sendiri.

Hasil pemilu parlemen ini juga menjadi kemenangan signifikan bagi Erdogan di tengah gejolak politik yang terjadi di Turki. Ini berarti Erdogan bisa menjalankan pemerintahan dengan kendali penuh dari kantor presiden tanpa harus khawatir "gangguan" dari parlemen.

Konflik yang melibatkan bangsa Kurdi di Turki dan kekerasan regional akibat ulah kelompok teror ISIS membuat Erdogan perlu legitimasi kuat untuk melakukan sejumlah tindakan.

Krisis pengungsi di perbatasan Suriah juga membuat situasi politik di Turki semakin tidak menentu.

Selama kampanye, Erdogan memang menyatakan bahwa hanya dia dan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu yang bisa menjamin keamanan di Turki. "Saya atau kekacauan," ucap Erdogan saat itu.

Suara oposisi jatuh

Ini merupakan pemilu kedua yang digelar Turki dalam lima bulan terakhir. Pada Juni lalu, AKP gagal mendominasi parlemen setelah hanya menang 40 persen suara.

Namun kali ini, pemilu memperlihatkan hasil buruk bagi pihak oposisi.

Dilansir dari Wall Street Journal, Partai Demokrasi Rakyat (HDP) yang pro-masyarakat Kurdi, masih diragukan menembus ambang batas 10 persen untuk dapat menempati kursi di parlemen.

Padahal, dengan perolehan suara 13 persen pada pemilu yang berlangsung Juni lalu, HDP berhasil masuk parlemen untuk pertama kali. HDP pun sukses menghadang dominasi AKP dan Erdogan dari parlemen.

Partai Rakyat Republik (CHP) juga mengalami penurunan perolehan suara dari perolehan 25 persen menjadi 24 persen pada Juni silam.

Adapun Partai Gerakan Nasionalis (MHP) yang berideologi sayap kanan turun jadi 11,7 persen suara dari 16,3 persen suara pada Juni lalu.   

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.