China Cabut Aturan Wajib Satu Anak

Kompas.com - 29/10/2015, 20:21 WIB
Ilustrasi www.dreamstime.comIlustrasi
EditorFarid Assifa
BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China, Kamis (29/10/2015), mengumumkan mencabut kebijakan wajib satu anak bagi satu pasangan setelah beberapa dekade penegakan hukum yang ketat dan terkadang brutal.

Pencabutan aturan tersebut menyusul penyusutan jumlah tenaga kerja, populasi yang mulai menua dan tantangan pertumbungan ekonomi yang melambat.

Atas pencabutan kebijakan tersebut, kini setiap pasangan diperbolehkan memiliki dua anak, kata kantor berita Xinhua, mengutip pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh Partai Komunis setelah rapat selama 4 hari.

Para aktivis menyambut baik perubahan kebijakan tersebut, namun mereka menekankan bahwa "kebijakan dua anak" masih berarti bahwa China tetap memelihara mekanisme kontrol populasi.


Kebijakan anak satu disahkan pada tahun 1970-an, membatasi pasangan untuk hanya memiliki satu anak. Aturan itu dianggap memberikan kontribusi kunci untuk pertumbuhan ekonomi.

Penegakan aturan tersebut disertai sanksi atau denda bagi pelanggarnya. Bahkan, terkadang hukuman brutal bagi pasangan yang melanggar aturan anak satu.

Namun kini, populasi China sebanyak 1,37 miliar orang, terbesar di dunia, kini mulai cepat menua, kesenjangan gender kian parah dan angkatan kerja menyusut. Bahkan, ada prediksi bahwa tahun-tahun mendatang para bujangan bakal kekurangan calon istri.

Sementara itu, organisasi hak asasi manusia menyambut baik perubahan atas kebijakan yang sangat tak populis itu. Namun tetap kebijakan dua anak dianggap sebagai kontrol negara terhadap urusan reproduksi.

"Ini berita bagus bagi pasangan yang ingin memiliki anak kedua," kata Maya Wang dari Human Right Watch kepada AFP.

"Namun pembatasan atas hak-hak reproduksi tetap dipelihara di China," tandas Wang.

Menurut Wang, selama kuota dan sistem pengawasan tetap ada, maka wanita tidak akan menikmati hak-hak reproduksi.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

Internasional
Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X