Profesor Ini Usulkan Pria Berbagi Istri untuk Atasi Krisis Jender di China

Kompas.com - 26/10/2015, 20:11 WIB
Simbol poliandri Shanghaiist.comSimbol poliandri
EditorFarid Assifa
ZHEJIANG, KOMPAS.com — Biro Nasional Statistik China meyakini bahwa pada 2020 China akan mengalami kesenjangan jender. Sekitar 30 atau 40 juta bujangan bakal kekurangan wanita akibat kebijakan wajib satu anak bagi satu keluarga.

Untuk mengatasi krisis jender itu, seorang profesor dari Universitas Zhejiang, Xie Zuoshi, mengajukan solusi aneh, yakni pria berbagi istri. Solusi itu ditujukan kepada bujangan yang berpendapatan rendah. Sementara bujangan yang berpendapatan tinggi dipastikan akan mudah untuk mencari istri sehingga solusi tersebut tak tepat diterapkan.

Bagi Prof Xie, perkawinan bukanlah persoalan cinta dan kasih, melainkan kekayaan dan keinginan.

"Pria dengan pendapatan tinggi memiliki keuntungan dalam menemukan wanita karena mereka mampu membayar lebih tinggi," kata Xie dikutip The Mirror online.

"Bagaimana dengan pria yang berpendapatan rendah? Salah satu cara adalah dengan bergabung bersama untuk mencari seorang istri. Di beberapa daerah miskin dan jauh, ada kasus di mana beberapa pria bersaudara menikahi satu wanita, dan mereka bisa hidup bahagia dan harmonis," jelas Xie.

Namun, usulan Xie ditentang oleh kelompok feminis yang menyebutkan ide tersebut tidak adil dan secara moral menjijikkan.

Xie pun meminta agar gerakan feminis tidak usah berbicara tentang moral. Menurut dia, jika usulan itu tidak dilakukan, maka sekitar 30 juta bujangan tidak akan memiliki istri sehingga kehidupan mereka bakal hampa tanpa harapan.

"Kemudian mereka bisa pergi ke mana saja untuk memerkosa, membunuh, atau melakukan pengeboman. Namun, saya tekankan bahwa hal ini adalah sebuah kemungkinan, bukan berarti mereka akan melakukan itu," jelas Xie.

Sejalan dengan ide berbagi istri, Profesor Xie juga mengemukakan beberapa solusi lainnya, termasuk penerimaan terhadap homoseks dan mengimpor istri dari negara-negara tetangga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X