Kompas.com - 22/10/2015, 18:58 WIB
Kerusakan akibat serangan udara yang dilancarkan Rusia ke Suriah ke wilayah Homs di Suriah, Rabu (30/9/2015). Syria Rebels Gathering via BBCKerusakan akibat serangan udara yang dilancarkan Rusia ke Suriah ke wilayah Homs di Suriah, Rabu (30/9/2015).
EditorFarid Assifa
KOMPAS.com — Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones kepada VOA memastikan bahwa Umar Jundulhaq (19), putra pelaku bom bunuh diri di Bali, Imam Samudera, tewas dalam sebuah pertempuran di kota Deir ez-Zur, Suriah, pada 14 Oktober lalu.

Sidney menyatakan, (Umar) tewas dalam pertempuran di sekitar Bandara Deir ez-Zur di Suriah. "Saya bisa memastikan dia yang tewas. Saya sudah lihat foto mayatnya," ujarnya.

Umar, menurut Sidney Jones, adalah satu dari 50 warga negara Indonesia yang tewas dalam pertempuan di Suriah sejak Maret lalu, baik dengan pasukan Kurdi maupun dengan pasukan Presiden Suriah Bashar Al Assad.

Selain itu, ada juga yang tewas akibat pengeboman udara yang dilakukan pasukan koalisi, tetapi jumlahnya tidak banyak. Ada pula lima orang yang tewas karena menjadi pelaku bom bunuh diri.

Saat ini, lanjut Sidney, masih ada sekitar 300-an warga negara Indonesia yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS, tetapi 40 persen di antaranya perempuan dan anak-anak. Mereka ikut dengan suami mereka.

Mereka yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS mayoritas mempunyai hubungan atau memiliki afiliasi dengan organisasi radikal yang ada di Indonesia. Namun, ada juga warga negara Indonesia yang sebelumnya tidak memiliki afiliasi apa pun dengan kelompok radikal ketika mereka direkrut.

Mereka, tambah Sidney, biasanya direkrut melalui hubungan langsung, pengajian, dan tidak melalui internet.

Tim ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Wawan Purwanto, membenarkan Umar Jundulhaq, anak pelaku bom bunuh diri di Bali, Imam Samudera, tewas di Suriah.

"Rata-rata dimakamkan di sana, tidak dibawa ke sini karena kepergiannya sendiri dianggap menyalahi dari perundang-undangan, kewarganegaraan dalam negeri, jadi tidak dipulangkan. Sampai saat ini, tidak ada yang meninggal di Suriah dibawa pulang ke Indonesia. Itu tidak ada. Semua dimakamkan di sana," ujarnya.

Direktur IPAC Sidney Jones mengakui bahwa sebenarnya jaringan-jaringan teroris di Indonesia telah lemah. Meski demikian, tambah dia, semua pihak tetap harus waspada karena apabila ada yang pulang dari Suriah, mereka memiliki kredibilitas dan keterampilan yang tinggi, seperti mahir menggunakan senjata dan berperang.

Berdasarkan informasi yang dimilikinya, sudah ada tujuh orang warga negara Indonesia yang bergabung dengan ISIS dan kembali ke Indonesia. Untuk itu, Sidney menyarankan agar aparat penegak hukum ataupun pemerintah melakukan pendekatan yang baik terhadap mereka.

Sidney juga berharap program deradikalisasi yang dilakukan pemerintah dapat lebih ditingkatkan lagi, seperti program untuk narapidana kasus teroris. Program ini, tambah dia, bisa diperkuat lagi agar penjara tidak dijadikan oleh teroris sebagai tempat yang subur untuk melakukan perekrutan.

"Pasti ada satu atau dua yang mau melakukan jihad di Indonesia, tetapi paling sedikit kalau didekati oleh aparat keamanan di sini. Mereka bisa membedakan antara orang kecewa dan mungkin ingin kerja sama dengan pemerintah untuk mencegah orang lain berangkat dan orang-orang yang betul masih mempunyai niat yang kurang baik. Kalau orang terakhir seperti itu saya kira harus dipantau saja," katanya.

BNPT menyatakan, dari 1.030 orang yang ditangkap dan ditahan karena kasus terorisme, masih ada 25 orang yang dinilai radikal, antara lain Abu Bakar Baasyir.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X