Serangan Udara Koalisi Saudi Salah Sasaran

Kompas.com - 18/10/2015, 16:21 WIB
Bangunan sekolah di Yaman yang rusak akibat pertempuran. PBB memperkirakan, 4500 warga sipil menjadi korban konflik sejak Maret lalu. ReutersBangunan sekolah di Yaman yang rusak akibat pertempuran. PBB memperkirakan, 4500 warga sipil menjadi korban konflik sejak Maret lalu.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Serangan udara koalisi pimpinan Saudi yang menargetkan pemberontak Houthi Syiah di Yaman salah sasaran dan malah menyerang posisi pasukan pro-pemerintah sehingga menewaskan 20 orang. Demikian menurut keterangan sejumlah petugas keamanan dan para saksi.

Setidaknya 20 orang lain diperkirakan terluka.

Serangan itu terjadi antara provinsi Taiz di selatan dan Lahj, yang menjadi lokasi beberapa bentrokan keras.

"Mereka pikir pemberontak Houthi masih ada di sana" kata pejabat keamanan pro-pemerintah pada Associated Press.

Koalisi yang dipimpin Saudi mendukung kekuatan di Yaman yang setia pada Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi yang tersingkir.

Kekuatan pro-Presiden Hadi mengambil alih Lahj dan empat provinsi lainnya pada pertengahan Juli sebagai bagian dari serangan balasan di selatan.

Namun pertempuran sudah berlangsung berbulan-bulan di Taiz, yang dikuasai oleh pemberontak sejak tahun lalu dan dianggap sebagai pintu masuk ke ibu kota Sanaa.

Koalisi serangan udara yang terpisah pada Sabtu menewaskan 12 pemberontak Houthi di provinsi Jawf, menurut AP, dan tiga pejuang pro-pemerintah terbunuh akibat roket pemberontak di provinsi Marib, timur Sanaa.

Ratusan pasukan Sudan dilaporkan tiba di kota pelabuhan Aden di selatan pada Sabtu (17/10), gelombang pertama dari 10 ribu tentara bantuan untuk koalisi pimpinan Saudi.

Misi mereka adalah mengamankan Aden, yang mengalami peningkatan serangan pembunuhan pada pemimpin militer pro-pemerintahan dalam beberapa minggu terakhir.

Pada Jumat, pria bersenjata menaiki motor menewaskan pejabat Saudi dalam aksi penembakan.

Sekitar 4500 warga sipil menjadi korban konflik sejak Maret lalu, menurut PBB.

Selain mereka yang terbunuh, hampir 1,5 juta orang juga kehilangan tempat tinggal akibat konflik. PBB memeperkirakan ada 13 juta orang yang kekurangan makanan dan 80 persen  populasi membutuhkan bantuan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X