Pilot Inggris Diberi Lampu Hijau untuk Tembak Jet Tempur Rusia di Suriah

Kompas.com - 12/10/2015, 13:16 WIB
Jet tempur Tornado RAF terlibat dalam misi anti ISIS di Suriah dan Irak ReutersJet tempur Tornado RAF terlibat dalam misi anti ISIS di Suriah dan Irak
EditorEgidius Patnistik
LONDON, KOMPAS.com — Saat hubungan Barat dengan Rusia terus memburuk, para pilot Angkatan Udara Inggris atau Royal Air Force (RAF) telah diberi lampu hijau untuk menembak jatuh jet-jet militer Rusia ketika melakukan misi di atas wilayah Suriah dan Irak jika para pilot RAF tersebut terancam oleh jet-jet Rusia. Perkembangan itu muncul bersamaan peringatan bahwa Inggris dan Rusia kini "semakin dekat" untuk terlibat dalam perang.

Para pilot pesawat Tornado RAF telah diinstruksikan untuk menghindari kontak dengan pesawat-pesawat Rusia selagi terlibat misi Operasi Shader, nama sandi RAF untuk misi anti-ISIS di Irak dan Suriah. Namun, jet-jet RAF telah dipersenjatai dengan rudal udara ke udara dan para pilot telah diberi lampu hijau untuk membela diri jika mereka terancam oleh para pilot Rusia.

"Hal pertama yang seorang pilot Inggris akan lakukan adalah mencoba untuk menghindari situasi saat serangan udara ke udara mungkin terjadi, Anda menghindari sebuah daerah jika ada aktivitas Rusia," kata sebuah sumber dari Permanent Joint Headquarters (PJHQ) Inggris kepada Sunday Times. "Namun, jika seorang pilot ditembak atau yakin akan ditembak, dia bisa membela diri. Kami sekarang punya situasi ketika seorang pilot, apa pun kebangsaannya, dapat memiliki dampak strategis pada kejadian di masa depan."

Pesawat-pesawat Tornado RAF akan dipersenjatai dengan rudal udara ke udara jarak pendek atau Advanced Short Range Air-to-Air Missiles (Asraams), yang juga disebut rudal AIM-132. Senjata-senjata tersebut, yang masing-masing berbiaya 200.000 poundsterling, bisa memiliki kecepatan tiga kali lipat kecepatan suara dan punya jangkauan lebih jauh dari rudal udara ke udara lainnya, memungkinkan para pilot RAF untuk menembak jatuh pesawat musuh tanpa harus dirinya menjadi target.

Laporan The Sunday Times itu mengutip sumber pertahanan yang mengatakan, "Pada minggu terakhir situasi telah berubah. Kami memerlukan respons yang sesuai. Kami perlu melindungi para pilot kami, tetapi pada saat yang sama kami sedang mengambil langkah yang semakin dekat ke peperangan. Hanya perlu satu pesawat yang ditembak jatuh dalam pertempuran udara-ke-udara dan semua lanskap akan berubah."

Rusia di Suriah

Langkah itu terjadi setelah masuknya Rusia ke dalam perang saudara di Suriah untuk mendukung pasukan pemerintah Presiden Bashar al-Assad. AS telah menyebut keterlibatan Rusia "cacat secara fundamental". Kremlin menghadapi tuduhan mengabaikan ISIS demi memburu para lawan Al-Assad.

Menurut sebuah laporan di Sunday Times itu, sebuah penilaian yang dilakukan pejabat pertahanan Inggris mengatakan, "Butuh enam hari bagi Rusia untuk menyerang sasaran ISIS. Serangan udara mereka telah menyasar kelompok oposisi moderat yang telah berjuang untuk mempertahankan wilayah mereka dari ISIS. Di antara target yang diserang adalah tiga rumah sakit lapangan."

Dalam 24 jam terakhir, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pihaknya telah melanjutkan serangan udara terhadap posisi ISIS di Hama, Idlib, Latakia, dan Raqqa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X