Kompas.com - 05/10/2015, 13:54 WIB
PM Najib Razak REUTERSPM Najib Razak
EditorEgidius Patnistik
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, mendesak Indonesia menindak pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan pertanian di wilayah Kalimantan dan Sumatra. Kebakaran tersebut telah menyebabkan area di sekitar titik kebaran hingga Malaysia dan Singapura terselubungi kabut asap pekat selama berminggu-minggu. Sekolah-sekolah di Malaysia pun ditutup pada Senin (5/10/2015) ini dan Selasa besok terkait dampak asap tersebut.

"Mereka (perusahaan perkebunan) yang beroperasi di sana, kami ingin Indonesia mengambil tindakan," kata Perdana Menteri Najib seperti dikutip kantor berita Bernama pada Minggu malam.

Bernama mengatakan, Najib menyebut kabut asap tahunan itu sebagai sebab memburuknya kualitas udara di Malaysia. Ia juga menambahkan bahwa kabut asap memengaruhi ekonomi, tetapi Najib tidak memberikan rincian lebih lanjut soal itu.

Menurut laporan Bernama, Najib membuat komentar itu saat dalam kunjungan ke Italia.

"Hanya Indonesia sendiri yang bisa mengumpulkan bukti dan menghukum perusahaan-perusahaan yang terlibat," kata Najib.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun pada musim kemarau di perkebunan dan lahan gambut di Kalimantan dan Sumatra yang dibersihkan dengan secara ilegal dibakar.

Bencana kabut asap tahun ini telah menjadi salah satu yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir, yang telah menyelimuti wilayah luas di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Hal tersebut telah memicu peringatan kesehatan dan penutupan sekolah berkali-kali, penerbangan juga terkena dampak, dan memaksa puluhan ribu orang mencari perawatan medis karena masalah pernapasan.

Pihak berwenang Malaysia sebelumnya telah memerintahkan sekolah-sekolah ditutup di banyak negara bagian pada hari Senin dan Selasa, menyusul penutupan sekolah sebelumnya bulan lalu, saat tingkat polusi melonjak pada akhir pekan.

Indonesia telah menghadapi tekanan dari negara-negara tetangga untuk mengatasi masalah tersebut sejak pertama kali muncul hampir 20 tahun yang lalu.

Najib mengatakan, tiga negara, yaitu Malaysia, Indonesia, dan Singapura harus bekerja sama merumuskan strategi yang efektif untuk mengatasi bencana lingkungan tahunan tersebut. Pernyataannya itu menyusul komentar pejabat Singapura minggu lalu yang mengungkapkan ketidaksabaran terhadap Indonesia.

Baca tentang


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X