Kompas.com - 21/09/2015, 01:13 WIB
EditorFidel Ali
MEKKAH, KOMPAS.com - Jemaah diingatkan agar memanfaatkan wukuf di Padang Arafah hanya untuk berdoa menyusul dalam waktu tiga hari ke depan, prosesi puncak ibadah haji akan dimulai.

"Di sana (Arafah) jangan dimanfaatkan untuk silaturahim dan jalan-jalan," kata Kepala Bidang Bimbingan Ibadah dan Pengawasan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1436H/2015M, Ali Rokhmad, Minggu (20/9/2015).

Ali Rokhmad mengatakan biasanya banyak jemaah yang memanfaatkan waktu wukuf juga untuk jalan-jalan ke Jabal Rahmah dan foto-foto atau bersilaturahim. Padahal dari aspek kesehatan juga tidak disarankan mendaki Jabal Rahmah, karena jamaah dikhawatirkan kelelahan untuk menjalani proses ibadah haji lainnya.

Apalagi setelah wukuf, pada sore hari jemaah akan bergerak ke Muzdalifah untuk melakukan shalat jama qashar Magrib dan Isya, kemudian pada pertengahan malam hari bergerak ke Mina untuk melakukan proses melempar jamrah.

"Wukuf di Arafah itu maknanya harus memahami eksistensi diri, apa yang sudah dilakukan, dan berdoa untuk keselamatan diri dan keluarga, termasuk jangan lupa berdoa untuk keselamatan dan kesejahteraan bangsa dan negara (Indonesia)," ujar Ali.

Pada 9 Zulhijjah atau 23 September 2015, kegiatan wukuf di Padang Arafah, akan ada khotbah untuk jamaah haji Indonesia akan disampaikan anggota Amirul Hajj yang juga anggota Dewan Syuro PBNU Masdar Farid Masudi.

Jemaah calon haji Indonesia akan bergerak ke Arafah pada tanggal 8 Zulhidjah atau 22 September pagi hari hingga malam hari. Oleh karena itu, jamaah juga diminta mempersiapkan diri.

"Jangan lupa membawa persiapan ibadah, seperti sajadah, Al-Quran, dan tasbih, karena di sana harus banyak zikir. Kemudian bawa buku manasik, karena di sana ada rangkaian doa yang harus dibaca, dan manfaatkanlah nanti betul-betul untuk berdoa," ujarnya lagi mengingatkan.

Ia juga mengatakan agar jemaah menjaga kesehatan dan fisik menghadapi puncak ibadah haji tersebut, tidak hanya di Arafah, di Mina pun jamaah akan menghadapi kepadatan yang tinggi, karena jumlah tenda tidak sebanding dengan jumlah jamaah dari seluruh dunia.

"Manfaatkan istirahat, berzikir dan berdoa. Beribadah sambil menunggu lontar (jumrah) pada 11-12 Zulhidjah," katanya.

Ali mengatakan bagi jemaah yang mengambil nafar awal, akan bergerak ke Mina sebelum magrib tanggal 12 Zulhidjah. Ia meminta jemaah yang akan melakukan nafar awal untuk koordinasi dengan sektor dan maktab masing-masing agar tidak terjadi penumpukan jamaah.

"Biasanya jemaah cenderung (seperti ini) rencananya ikut nafar sani bergitu lihat kondisi di Mina, dia buru-buru ke nafar awal. Tahun lalu kami melihat jamaah banyak yang nafar awal," katanya.

Ali juga menegaskan bahwa jemaah yang ikut nafar sani tidak perlu khawatir, karena layanan katering diberikan sampai nafar sani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.