Kompas.com - 19/09/2015, 07:37 WIB
Pengungsi Suriah dan migran berjalan usai melintasi perbatasan antara Macedonia dengan Serbia, 30 Agustus 2015. AFP PHOTO / ARIS MESSINISPengungsi Suriah dan migran berjalan usai melintasi perbatasan antara Macedonia dengan Serbia, 30 Agustus 2015.
EditorTri Wahono

KOMPAS.com — Hongaria mulai membangun pagar kawat berduri di perbatasannya ke Kroasia sepanjang 41 km untuk memblokade arus pengungsi yang transit melewati negaranya. Sebelumnya, Hongaria telah menutup perbatasan ke Serbia.

Dilaporkan juga, Kroasia telah menutup perbatasannya ke Serbia dengan pagar kawat berduri. Krisis pengungsi asal Suriah, Irak, Afganistan, dan sejumlah negara Afrika membuat negara-negara di Eropa Timur kewalahan dan terpaksa mengambil langkah drastis.

PM Hongaria Viktor Orban juga memerintahkan penerapan aturan larangan masuk bagi pengungsi. Mereka yang secara ilegal melintasi perbatasan bisa dihukum sesuai aturan negara itu. Aturan lebih ketat itu memicu bentrokan kekerasan antara polisi dan pengungsi. Menghadapi blokade baru, ribuan pengungsi kini mencari rute alternatif melewati kawasan Balkan.

Kroasia yang kini dijadikan rute alternatif pengungsi memutuskan menutup tujuh dari delapan pintu perbatasannya ke Serbia pada Kamis (18/9/2015) setelah lebih dari 11.000 pengungsi melintas perbatasannya hanya dalam tempo dua hari. Serbia di lain pihak memprotes penutupan perbatasan itu karena cemas ribuan pengungsi akan terdampar di negara itu. PM Kroasia Zoran Milanovic menegaskan alasannya, yakni negaranya tidak punya sumber daya untuk menangani gelombang pengungsi.

Sebelumnya, Slovenia juga menahan kereta berisi pengungsi yang diberangkatkan dari Kroasia dengan alasan sekitar 150 orang tidak punya dokumen resmi dan akan dikembalikan ke ibu kota Kroasia, Zagreb. Semua lalu lintas kereta antara Slovenia dan Kroasia juga dihentikan.

Terkait krisis pengungsi yang makin parah, para pimpinan Uni Eropa merencanakan sidang darurat pada Rabu pekan depan. Antara lain akan didiskusikan pendirian "hotspot" atau pusat registrasi Eropa bagi para pemohon suaka. AS/RZN(AFP,AP,RTR,DPA)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X