Kompas.com - 17/09/2015, 15:59 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Suriah Bashar al-Assad saat bertemu di Moskow akhir tahun 2006. Presiden Assad telah memulihkan perjanjian persahabatan tahun 1980 antara Suriah dan Rusia. APPresiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Suriah Bashar al-Assad saat bertemu di Moskow akhir tahun 2006. Presiden Assad telah memulihkan perjanjian persahabatan tahun 1980 antara Suriah dan Rusia.
EditorFarid Assifa
SURIAH, KOMPAS.com — Presiden Suriah Bashar al-Assad menyalahkan negara-negara Barat atas meningkatnya arus pengungsi dari Suriah menuju Eropa dengan mengatakan bahwa Barat telah mendukung terorisme sejak awal krisis Suriah.

Konflik Suriah berawal pada Maret 2011 setelah protes damai dihadapi dengan tindakan penumpasan keras. Konflik itu kemudian berkembang menjadi perang saudara yang melibatkan banyak pihak dan memaksa sebagian warga Suriah mengungsi.

Namun, dalam sebuah wawancara dengan media Rusia, Assad membantah anggapan bahwa tindakan pemerintah-lah yang menyebabkan orang-orang mengungsi dan bahwa krisis itu berawal dari protes damai.

Assad mengatakan, semua itu adalah bagian dari propaganda pemerintah-pemerintah Barat yang terus-menerus bersimpati terhadap para pengungsi, sementara menempatkan mereka dalam bahaya.

Menurut Assad, selama negara-negara Barat melanjutkan propaganda ini, negara-negara itu akan kedatangan lebih banyak pengungsi. Dia juga mengatakan, jika negara-negara Barat ingin menghentikan arus pengungsi, mereka harus berhenti mendukung teroris.

Assad telah lama menggambarkan para pejuang anti-pemerintah sebagai teroris. Amerika Serikat dan negara-negara Eropa menyediakan peralatan militer dan latihan bagi apa yang mereka sebut para pemberontak moderat.

Konflik Suriah menjadi semakin rumit dengan munculnya kelompok Negara Islam (ISIS), yang merebut banyak wilayah di Suriah utara dan timur, termasuk Raqqa, ibu kota de facto ISIS di Suriah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suriah dan koalisi negara-negara pimpinan Amerika yang telah melangsungkan serangan udara terhadap ISIS selama setahun terakhir sama-sama memerangi kelompok itu. Meski demikian, baik Suriah maupun Amerika mengatakan, mereka tidak bekerja sama dalam misi menghadapi ISIS.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.