Kompas.com - 10/09/2015, 11:53 WIB
EditorEgidius Patnistik
JEDDAH, KOMPAS.com - Sebuah badai pasir besar yang melanda sebagian besar Timur Tengah, Selasa (8/9/2015), telah membuat Jeddah gelap gulita pada pukul pada pukul 18.00. Badai berlangsung selama 40 menit dengan angin yang sarat pasir. Warga bisa mendengar desingan pasir saat mengenai jendela bangunan.

Abdul Hameed Abal-Ari, pejabat senior di Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah, mengatakan kepada media lokal bahwa penerbangan sempat ditunda. "Penerbangan yang datang dialihkan ke bandara terdekat, sementara beberapa yang akan berangkat ditunda."

Dia mengatakan, tujuh penerbangan dialihkan ke Madinah, Yanbu dan Taif. "Pada 19.00, semuanya kembali normal," katanya.

"Semua itu terjadi dalam hitungan menit," kata Sadiya Haneef, warga distrik Al-Sulaimaniya. "Saya bisa melihat dari balkon saya penampakan seperti jamur di cakrawala. Saya pikir itu asap yang mengepul dari sebuah distrik yang jauh," katanya.

Namun segera jelas baginya bahwa itu badai pasir. "Saya harus benar-benar berjuang untuk menutup pintu balkon saya. Angin kencang membuat segalanya jadi gelap gulita," katanya.

Pengalaman sama buruknya juga terjadi di kawasan lain. "Ibu saya melihat awan gelap ketika dia mengawasi sudari saya saat mengambil kelas malam," kata Mohammed Tareq (13 tahun). "Dalam beberapa menit, semuanya jadi buram di distrik Al-Aziziyah dan benar-benar tidak ada jarak pandang. Itu merupakan salah satu hal paling aneh yang pernah saya alami. Tampaknya seperti kiamat."

Apara keamanan menerima panggilan darurat dari warga yang ingin tahu apa yang terjadi. Ali Al-Masry, karyawan swasta, kesal karena tidak ada peringatan dini. "Saya punya anak penderita asma dan kondisi seperti itu berdampak pada kesehatannya," katanya. "Jika saya tahu, saya akan melakukan tindakan pencegahan yang memadai. Sekarang saya harus membawanya untuk menjalani nebulization di sebuah rumah sakit lokal."

Sebelumnya, badai pasir melanda sebagian Timur Tengah dan menyebabkan sedikitnya dua perempuan tewas di Lebanon dan ratusan orang lain menderita masalah pernapasan. Sebagian besar Lebanon, Suriah, Israel dan Siprus diselimuti awan debu tebal dari badai yang mulai menyapu daerah itu hari Senin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.