Semua Mengaku Pengungsi Suriah agar Diterima di Uni Eropa

Kompas.com - 08/09/2015, 10:41 WIB
Para migran asal Timur Tengah beristirahat di jalanan dekat sebuah desa di perbatasan Hungaria-Serbia, Kamis (27/8/2015). ATTILA KISBENEDEK / AFPPara migran asal Timur Tengah beristirahat di jalanan dekat sebuah desa di perbatasan Hungaria-Serbia, Kamis (27/8/2015).
EditorEgidius Patnistik
HAJDUKOVO, KOMPAS.com - Sebuah kartu identitas Pakistan ditemukan di semak-semak, kartu identitas Banglades ditemukan di sebuah ladang jagung. Ada juga sebuah SIM Irak yang robek yang memajang foto seorang pria dengan kumis gaya Saddam, kartu identitas lain memperlihatkan seorang perempuan berkerudung dengan senyum malu-malu.

Sejumlah dokumen yang berserakan hanya beberapa meter dari perbatasan Serbia dengan Hongaria itu memberikan bukti bahwa banyak migran yang sedang membanjiri Eropa untuk melarikan diri perang atau kemiskinan telah membuang kewarganegaraan mereka yang sesungguhnya dan tampaknya berharap akan mendapat identitas baru, begitu mereka memasuki Uni Eropa.

Banyak dari para migran yang percaya bahwa menggunakan dokumen palsu, atau bahkan tidak punya dokumen sama sekali, memberi mereka kesempatan yang lebih baik untuk mendapat suaka di Jerman dan negara-negara Eropa barat lainnya. Itu karena jalur paling pasti untuk mendapat suaka adalah dengan menjadi seorang pengungsi perang dan bukan migran yang melarikan diri dari kemiskinan. Kenyataan itulah yang menyebabkan adanya arus besar orang yang mengaku sebagai warga Suriah.

Polisi perbatasan Serbia mengatakan, 90 persen dari mereka yang tiba dari Makedonia, sekitar 3000 orang sehari, mengklaim bahwa mereka orang Suriah, walau mereka tidak punya dokumen untuk membuktikan hal itu. Apa yang disebut koridor Balkan dalam perlintasan migran bermula di Turki, kemudian melalui Makedonia dan Serbia sebelum memasuki Uni Eropa di Hongaria.

"Anda dapat melihat ada sesuatu yang mencurigakan ketika sebagian dari mereka yang menyeberang ke Serbia masukkan tanggal 1 Januari sebagai tanggal kelahirannya," kata petugas polisi perbatasan Miroslav Jovic. "Ada dugaan, itu merupakan tanggal pertama yang muncul di pikiran mereka."

Kepala badan perbatasan Uni Eropa, Frontex, mengatakan, perdagangan paspor palsu Suriah telah meningkat. "Banyak orang masuk ke Turki dengan dokumen palsu Suriah karena mereka tahu bahwa mereka akan mendapatkan suaka dengan lebih mudah di Uni Eropa," kata Fabrice Leggeri.

Di Jerman, bea cukai telah mencegat paket yang dikirimkan ke negara itu yang berisi sejumlah paspor Suriah, asli dan palsu, kata kementerian keuangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah orang Suriah yang transit di Serbia prihatin dengan tren itu. "Semua orang mengatakan mereka warga Suriah, bahkan mereka yang jelas-jelas bukan," kata Kamal Saleh, sambil menunjuk ke arah sekelompok orang yang berkemah di taman di Belgrade. "Itu tidak baik buat kami orang Suriah karena jumlah yang terbatas buat orang-orang yang akan mendapatkan suaka."

Saleh meninggalkan semua orang yang dicintainya di Suriah, istrinya, seorang bayi laki-lakinya dan sebuah rumahnya yang hancur di Damaskus.

Namun, tidak seperti banyak migran lainnya yang merangsek ke Eropa, Saleh merasa beruntung. Dia punya paspor Suriah yang dia bungkus dengan hati-hati dalam sebuah folder plastik dan terselip di dalam saku rahasia celananya. Dokumen itu, jika asli, seharusnya dapat membuktikan bahwa dia merupakan pengungsi perang yang melarikan diri, dan bukan migran yang lari dari kemiskinan. Hal itu menjadi perbedaan besar ketika aplikasi suaka akan dipertimbangkan.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
TIPS, TRIK, DAN TUTORIAL
5 Warna Cat Ini Bisa Bikin Kamar Tidur Lebih Nyaman, Apa Saja?
5 Warna Cat Ini Bisa Bikin...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.