Kompas.com - 07/09/2015, 09:56 WIB
Ribuan pengungsi masuk melintasi stasiun utama Wina selama akhir pekan. BBCRibuan pengungsi masuk melintasi stasiun utama Wina selama akhir pekan.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Austria akan mencabut kebijakan darurat yang memungkinkan ribuan pengungsi dengan bebas melakukan perjalanan dari Hungaria ke Eropa Barat.

Kanselir Austria Werner Faymann menyebut, penghentian kebijakan darurat itu akan dilakukan "selangkah demi selangkah."

Kebijakan melonggarkan aturan perbatasan memungkinkan ribuan orang meninggalkan Hungaria menuju Austria dan Jerman, selama akhir pekan.

Jerman, negeri yang paling dituju para pengungsi, memperingatkan bahwa kesediannya menerima pengungsi memiliki batasnya juga.

Menteri Dalam Negeri Jerman menyebut, keputusan untuk membolehkan para pengungsi masuk selama beberapa hari terakhir merupakan suatu kekecualian, dan bahwa ketentuan Uni Eropa bahwa para pencari suaka harus diproses di negeri pertama pengungsi itu datang, masih berlaku.

Di tengah pertentangan tajam di kalangan negara-negara anggota Uni Eropa, pimpinan badan PBB untuk pengungsi, Antonio Guterres mengatakan bahwa "krisis bisa ditangani" jika negara-negara sanggota bisa bersepakat atas langkah bersama.

Kanselir Austria Werner Faymann memberikan pernyataan itu sesudah berbicara di telepon dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan PM Hungaria Viktor Orban, Minggu (6/9/2015).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami selalu mengatakan bahwa ini situasi darurat, yang karenanya kita harus bertindak cepat dan manusiawi," kata Kanselir Austria.

"Kami telah menolong lebih dari 12.000 orang yang dalam situasi akut. Sekarang, selangkah demi selangkah, kita harus bergerak meninggalkan langkah darurat menuju langkah normal."

Itu berarti, Austria akan memulihkan pos-pos pemeriksaan bagi yang memasuki negeri itu, sebagaimana sebelumnya.

Hari Minggu, sebuah konvoi mobil yang dikemudikan aktivis Austria dan Jerman berangkat ke perbatasan Hungaria menjemput para pengungsi dan membagikan makanan.

Seorang aktivis Austria yang ambil bagian, Angelika Neuwirth, mengatakan kepada BBC, "Saya kira ini merupakan tugas saya. Saya tak bisa terus menerus memejamkan mata."



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X